• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, April 3, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Ragam

Manggatang Sahur Lewu, Ritual Dayak Ngaju “Tolak” Virus Corona

Suriadi Said by Suriadi Said
7 Mei 2020 | 02:34
Reading Time: 5 mins read
2
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Manggatang Sahur Lewu, Ritual Dayak Ngaju “Tolak” Virus Corona. BASIR, biasa dipanggil Mama Bapa Karitie, merapal doa dalam bahasa Sangen atau Sangiang. Aroma dupa kental terasa di rumah kayu tersebut. Doa ini biasa disebut batawur mantehau kare gana patahu.

Sementara, sejumlah ibu tampak sibuk menyiapkan masakan dan penganan, perlengkapan ritual. Beras, daun sirih, rokok linting, baram atau anding yaitu minuman tradisional Dayak turut disertakan. Ada juga daun sawang hijau atau daun andong/hanjuang hijau [Cordyline fruticosa] yang ditandai kapur sirih membentuk tanda silang, sebuah gong dan tampung tawar turut disertakan.

PILIHAN REDAKSI

Soal COVID di Samarinda, Diskes Kaltim: Bukan Varian Baru, Mirip Flu Biasa

Soal COVID di Samarinda, Diskes Kaltim: Bukan Varian Baru, Mirip Flu Biasa

16 Juni 2025 | 23:14
Kasus HIV di Kaltim Tembus 1.018 Temuan sepanjang 2025, Mayoritas dari Tiga Wilayah Ini Dua Pasien Covid di Samarinda Sembuh, Tapi Jangan Lengah Kaltim Nihil Kasus COVID-19, Diskes: Jangan Panik, Tetap Waspada

Dua Pasien Covid di Samarinda Sembuh, Tapi Jangan Lengah

15 Juni 2025 | 23:49

Beras dimasukkan ke sebuah sangku atau bokor terbuat dari tembaga. Di atasnya disusun daun sirih yang sudah diberi kapur dan pinang, juga rokok lintingan.

Sebelum ritual dimulai, sejumlah hewan disembelih, babi atau ayam. Darah dan dagingnya diambil sebagian sebagai persembahan/sesaji atau disebut ancak, yang selanjutnya ditempatkan di sebuah rumah kecil bernama keramat.

Basir merupakan seorang imam/pendeta Kaharingan, yang memimpin ritual doa. Tujuannya, meminta kepada Ranying Hatalla Langit atau Tuhan Semesta Alam untuk dijauhkan dari marabahaya dan segala penyakit yang datang dari luar.

“Tujuan Manggatang Sahur Lewu adalah ritual meminta kepada patahu ganan lewu [penjaga sahur kampung] untuk menghalau virus corona [COVID-19] yang tengah mewabah, agar pergi jauh,” terang Ketua AMAN Gunung Mas, Thomas, yang ikut prosesi ritual baru-baru ini.

Dengan ritual tersebut, kata Thomas, masyarakat Dayak Ngaju di Gunung Mas, berharap peres atau penyakit yang dibawa virus corona, yang mewabah sejak akhir 2019, tidak sampai ke derah mereka. “Jangan sampai ada korban jiwa.”

Selanjutnya, sahur yang sudah diisi sesaji dan didoakan itu digantung di rumah. Biasanya, di atas pintu masuk bagian dalam atau di atap rumah bagian dalam/ langit-langit, karena rata-rata rumah lama Suku Dayak tidak memiliki plafon. Menggantung atau menaikan sahur inilah yang disebut mampandai atau manggatang [menaikkan] Sahur Lewu [kampung].

Manggatang Sahur Lewu atau Bahajat [berhajat] ini diusulan bersama oleh Mantir Adat [orang yang duduk di majelis adat] Desa Tumbang Malahoi, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, ke pemerintah desa dan dilaksanakan di Huma Bakas yaitu rumah tua atau rumah model lama Dayak, rumah panggung menyerupai betang. Tidak kurang 250 kepala keluarga ikut ritual ini, atas biaya bersama.

Di Kabupaten Gunung Mas, kegiatan tidak hanya dilakukan di Desa Malahoi, sejumlah masyarakat Dayak Ngaju yang berada di desa lain seperti Tewah, Batu Puter, Jangkit, Sei Antai, dan Tumbang Jutuh, melakukan ritual tolak bala serupa.

Ritual

Manggatang Sahur Lewu merupakan ritual keagamaan umat agama kepercayaan Kaharingan, agama asli Suku Dayak di Kalimantan Tengah. Awalnya Kaharingan disebut Kolonial Belanda sebagai agama Helo [dahulu], Hiden [heathens], kafir, Tempon Telun dan sebagainya.

Zaman pendudukan Jepang [dan direstui] diberikan nama khas oleh seorang Demang [kepala adat Dayak], Damang Yohanes Salilah, yaitu Kaharingan. Hingga sekarang, nama tersebut diakui dan diterima masyarakat, terutama pemeluknya.

Dalam perkembangannya, dibuatlah kitab suci, sebagai tuntunan umat Kaharingan yang disebut Panaturan [Tiwi Etika, dalam Jurnal Studi Kultural 2018, Volume IV No.1: 1-12]. Bersamaan dengan itu dibuat juga tata cara ibadah dan majelis agama.

Menurut Damang Y. Salilah sebelum ia memeluk agam Kristen, bahasa Sangen atau Sangiang, bahasa ini hanya digunakan dalam tuturan/mantra ritual di kepercayaan Kaharingan] yang berarti dengan sendirinya [by itself], secara lugas kata Kaharingan berarti kehidupan [KMA Usop: 1975].

Ada banyak ritual dalam Kaharingan, mulai ritual pernikahan, kelahiran, kematian dan kehidupan sehari-hari. Beberapa ritual ‘tolak bala’ dalam Kahariangan, diantaranya mambayar hajat, mampaindai sahur lewu, mampakanan sahur mamapas lewu.

Upaya ‘menolak bala’ dalam Suku Dayak tidak selalu dengan ritual yang kompleks seperti manggatang sahur lewu atau yang dipimpin langsung oleh Basir. Bisa juga dilakukan mandiri oleh orang Dayak, seperti menggantung daun Sawang yang dicacak [dirajah dengan kapur membentuk tanda salib atau +]. Daun tersebut digantung di pintu bagian luar. Cara ini dipercaya sebagai penolak bala bagi seluruh penghuni rumah, sehingga terhindar dari penyakit, terlebih virus corona yang mematikan.

Harmonisasi masyarakat dengan alam

Dalam keyakinan Kaharingan, manusia merupakan ciptaan Tuhan [Ranying Hatalla] dan pada suatu saat manusia akan kembali apabila Tuhan menghendakinya. Hal tersebut menjadi falsafah hidup sejak nenek moyang mereka. Keterangan ini sebagaimana dijelaskan Kadek Sukiada dalam jurnalnya tentang “Sistem Medis Tradisional Suku Dayak dalam Kepercayaan Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.”

Kadek juga menyebut, kondisi sehat dan sakit diyakini oleh Suku Dayak beragama Hindu Kaharingan, karena faktor-faktor alam, manusia dan roh-roh. Sistem keyakinan terhadap sehat sakit [barigas haban] dalam tradisi Dayak, tampak dalam sistem kosmologi Dayak yaitu tentang harmonisasi manusia dan alam serta pelestarian budaya.

Antropolog Universitas Palangka Raya, Sidik Rahman Usop, sebelumnya dalam artikel di Mongabay Indonesia berjudul “Begini, Cara Masyarakat Kalimantan Tengah Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan” menjelaskan kearifan lokal masyarakat adat Dayak dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Menurut dia, bagi orang Dayak dikenal konsep batang garing yang bermakna keseimbangan. Batang garing merupakan hubungan yang terjabarkan dalam nilai-nilai masyarakat, yaitu keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam serta hubungan sesama manusia.

Jika terjadi wabah, penyakit, atau bencana, hal tersebut dipercaya ada ketidakseimbangan yang sedang terjadi. Sehingga diperlukan ritual untuk meminta perlindungan dan petunjuk agar kondisi keadaan normal dan seimbang kembali.

Sementara persoalan yang berhubungan dengan lingkungan, orang Dayak mengenal manyanggar dan memapas lewu. Manyanggar adalah upacara adat ketika membuka lahan baru untuk menghormati roh leluhur yang mendiami kawasan tersebut.

Dalam pemahaman lebih luas, manyanggar adalah sebuah kepedulian dan kehati-hatian pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam, sehingga orang tidak semena-mena memperlakukan alam.

“Dua konsep ini sudah populer di kalangan masyarakat Dayak, proses penyadarannya dilakukan terus menerus,” kata Sidik Usop.

Selain itu, dalam konsep keberlanjutan, masyarakat Dayak mengenal manyalamat petak danum, yaitu pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam yang arif terhadap lingkungan. Harapannya, kelangsungan kehidupan umat manusia pada masa akan datang terjamin.**

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Source: Mongabay
Via: Redaksi
Tags: BudayaCovid-19DayakDayak NgajuManggatang Sahur LewuRitual Dayak
Previous Post

522 Pegawai RSUD Bontang Jalani Rapid Test, Wali Kota Neni: Jangan Ada Stigma Negatif!

Next Post

Dengungkan “Gerakan Kesalehan Sosial” hingga Bentuk Relawan tingkat RT demi Kikis Stigma Negatif

BACA JUGA

PPPK Tuntut Kepastian Hukum, MK Diminta Evaluasi Frasa “Berakhirnya Masa Perjanjian Kerja”

PPPK Tuntut Kepastian Hukum, MK Diminta Evaluasi Frasa “Berakhirnya Masa Perjanjian Kerja”

2 April 2026 | 21:57
Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Indonesia 1–2 April 2026, Begini Cara Melihatnya

Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Indonesia 1–2 April 2026, Begini Cara Melihatnya

1 April 2026 | 00:10
Daftar Tanggal Merah April 2026, Ada Long Weekend di Awal Bulan

Daftar Tanggal Merah April 2026, Ada Long Weekend di Awal Bulan

30 Maret 2026 | 23:43
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan, Protes Trump di 3 Ribu Lokasi

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan, Protes Trump di 3 Ribu Lokasi

30 Maret 2026 | 00:11
AS-Israel Tetap Dilarang, Daftar Negara yang Diizinkan Lewati Selat Hormuz

AS-Israel Tetap Dilarang, Daftar Negara yang Diizinkan Lewati Selat Hormuz

29 Maret 2026 | 12:47
Tanpa Foto Pejabat, Billboard Idulfitri di Banjarbaru Dianggap Lebih Menyentuh

Tanpa Foto Pejabat, Billboard Idulfitri di Banjarbaru Dianggap Lebih Menyentuh

28 Maret 2026 | 21:40
Next Post

Dengungkan "Gerakan Kesalehan Sosial" hingga Bentuk Relawan tingkat RT demi Kikis Stigma Negatif

Comments 2

  1. Ping-balik: Dengungkan “Gerakan Kesalehan Sosial” hingga Bentuk Relawan tingkat RT demi Kikis Stigma Negatif – Pranala.Co
  2. Ping-balik: Semoga Tidak, Bontang Belum Terjadi Transmisi Lokal Penyebaran Covid-19 – Pranala.Co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026 Jadwal Kapal Pelni Juli 2025 dari Balikpapan dan Bontang, Cek Lengkapnya di Sini Jadwal Kapal Pelni Balikpapan Juli 2025 Resmi Rilis, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya di Sini

Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026

29 Maret 2026 | 21:14
Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya Jalur Laut Masih Rawan, Polres Bontang Perketat Pengawasan Narkoba di Pelabuhan

Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya

29 Maret 2026 | 20:24
Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

1 April 2026 | 07:21

Terbaru

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya Distribusi Air dari WTP KS Tubun Mati Total Akhir Pekan Ini

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya

3 April 2026 | 21:21
Pengeroyokan di Depan LBAK Samarinda, Polisi Amankan Dua Parang dan Satu Sangkur

Pengeroyokan di Depan LBAK Samarinda, Polisi Amankan Dua Parang dan Satu Sangkur

3 April 2026 | 21:05
Penggerebekan di Kembang Janggut, Polres Kukar Temukan Tas Berisi 8,05 Gram Sabu

Penggerebekan di Kembang Janggut, Polres Kukar Temukan Tas Berisi 8,05 Gram Sabu

3 April 2026 | 20:30
IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daraan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak Libur Lebaran, 62.500 Pengunjung Padati IKN dalam Sehari

IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak

3 April 2026 | 20:18

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved