• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, April 1, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kaltim

Lebih Intim dengan Joni Muslim; Lahir dari Keluarga Religi, Tak Pernah Menemukan Jasad Ayahnya hingga Kini

Suriadi Said by Suriadi Said
27 September 2020 | 16:12
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Joni Muslim adalah seorang pengusaha terkenal di Kota Bontang. Siapa sangka, kisah hidupnya penuh cerita. Sejak usia 7 tahun sudah ditinggal ayah selamanya. Bahkan, dirinya tak pernah menemukan jasad apalagi sempat ikut menguburkan ayah tercintanya, Umar.

JONI MUSLIM lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Umar adalah salah satu tokoh masyarakat di Tanete Rilau (Pekkae) kabupaten Barru, Sulawesi selatan. Lahir dari keluarga religi, kakeknya sendiri adalah guru mengaji di kampung kelahirannya, Barru.

Selain terkenal religi, ayahnya Joni, Umar terkenal sebagai pedagang ulet. Berdagang menyeberangi lautan dari Barru ke Bontang membawa barang dagangannya dengan menumpang kapal kayu ke Bontang. Umar membawa berbagai macam hasil bumi termasuk rempah-rempah. Lalu kembali ke Barru membawa kayu bahan bangunan. Dari hasil perdagangannya inilah, Umar membesarkan tiga orang anaknya, yaitu Joni dan kedua adiknya, Nurdiana dan Faisal yang juga anggota DPRD Bontang. Atau dikenal Faisal FBR.

PILIHAN REDAKSI

Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

1 April 2026 | 07:21
Danau Kanaan Disulap jadi Wisata dan Pengendali Banjir, Proyek Rp267 Miliar Segera Dimulai

Danau Kanaan Disulap jadi Wisata dan Pengendali Banjir, Proyek Rp267 Miliar Segera Dimulai

31 Maret 2026 | 09:29

“Jiwa pengusaha dan berdagang itu memang sudah turun dan mendarah daging dari ayah saya. Makanya saya memang melakoni dagang sejak kecil,” kata Joni belum lama ini.

Jika mengenang Ayahnya, Joni selalu sedih. Dia sudah ditinggal ayah untuk selamanya sejak masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar (SD). Joni masih berusia 7 tahunan.

Kepergian ayahnya, Umar memang tak pernah disangka. Umar yang berprofesi sebagai pedagang harus bolak-balik Barru-Bontang tiap saat. Berdagang rempah-rempah hasil perkebunannya. Bukan saja itu, Umar juga kerap mengumpulkan hasil perkebunan tetangga sekitar untuk dijual ke Bontang. Jika sudah berdagang, Joni baru bisa bertemu ayahnya dalam sebulan hitungan jari saja.

“Jarang ketemu Bapak. Kalau sudah berjualan ke Bontang sampai sebulanan baru pulang ke rumah,” kata Joni.

Bagi Joni, kala ayahnya pulang ke rumah. Itulah kesempatan untuk dekat dan bermanja kepada ayah. Sebagai anak kecil, yang dia tahu kalau ayahnya pulang berdagang pasti bawa uang banyak. Kesempatan itu tidak di sia-siakan untuk merengek dibelikan jajanan maupun mainan yang dijual di warung yang ada di kampungnya. Bagi sang ayah, pertemuan dengan Joni dan kedua adiknya juga merupakan kesempatan berharga. Karena beberapa hari bertemu, beliau kembali lagi berlayar.

“Saya merasakan perhatian yang sangat besar dari ayah pada waktu itu kata Joni. Kalau lagi di rumah pasti beliau tanya mengenai keadaan sekolah; Apakah saya bolos atau tidak. Kalau masalah mengaji tidak  terlalu diperhatikan, karena beliau yakin pasti saya rajin karena kakek sendiri guru mengaji saya,” kenang Joni.

Usai melepas kangen beberapa pekan, ayahnya pun harus kembali berdagang ke Bontang. Tak ada firasat apapun kala itu, jika itu adalah pertemuan dia dengan ayahnya. Paling diingat Joni saat itu adalah, kala dirinya mencium tangan ayah, lalu ayahnya mencium dahinya lalu berpesan. “Rajin sekolah ya Nak,” ujar Joni menirukan.

Kalimat terakhir dari ayahnya itu menjadikan penyemangat dan selalu yang Joni simpan untuk mengarungi hidup. Bagi Joni, pesan itu bermakna agar dia harus menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Pesan itu tentu tidak didapatkan oleh kedua adiknya karena waktu itu mereka masih kecil dan belum mengenyam bangku sekolah.

“Sama dengan penumpang yang lain, siang itu ayah saya sibuk menaikkan barang dagangannya ke atas kapal. Sebab, sore itu kapal tersebut akan berlayar menuju Bontang. Saya sama sekali tidak menduga kalau kecupan beliau di dahi saya pada hari itu merupakan kecupan terakhir dan pesan yang terngiang di telinga saya juga merupakan pesan terakhir yang disampaikan kepada saya,” ujar Joni.

Memang kapal yang digunakan adalah kapal  berbahan kayu. Sangat berisiko untuk pelayaran yang mengarungi laut lepas. Apalagi, dengan gelombang laut dahsyat yang sangat sering terjadi pada jalur pelayaran antara Barru ke Bontang. Namun risiko seperti itu belum terpikirkan karena memang cuma kapal seperti itu yang tersedia dan selama sekian lama aman-aman saja. Alat keselamatan saja mungkin tidak tersedia, apalagi asuransi.

Perjalan ke Bontang pada waktu itu Joni anggap perjalanan seperti biasanya. Joni yakin ayahnya akan kembali seperti biasa. Namun ternyata perjalanan kali ini beda. Ketika jadwal ayahnya sudah seharusnya tiba, ternyata belum tiba juga. Diduga ini karena gelombang besar sehingga kecepatan kapal agak lambat. Ditunggu hingga keesokan harinya tak kunjung juga tiba. Ibunya pun mulai cemas dan menangis, khawatir atas keselamatan ayahnya.

Sudah sepekan tak ada kabar. Kapal yang seharusnya tiba di Barru tak kunjung bersandar. Umar dan romobongan tak kelihatan batang hidungnya. Tak ada yang bisa di perbuat selain berdoa. Joni kecil belum banyak paham apa yang terjadi. Siang malam ibunya terus berdoa, tetangga ikut berupaya mencari kabar. Namun semuanya nihil. Umar, sang ayah tak ditemukan. Hilang bersama kapal tumpangannya.

Setelah upaya dilakukan namun hasilnya nihil, akhinya kapal dinyatakan hilang oleh pemda setempat. Ibunya pun tak berhenti menenangis. Joni masih berusia 7 tahun hanya bisa tertegun. Tak tahu harus berbuat apa. Dirinya dan kedua adiknya hanya bisa berdoa saja. Sebagai  orangtua tunggal (single parent) tentu tidak seberat jika ayah masih hidup. Sekaligus ibu harus bekerja ganda menjalankan fungsi ibu dan fungsi ayah.

“Saya ingat waktu itu beberapa hari di lakukan pengajian di rumah sambil mendoakan agar ayah selamat. Walaupun tak ada lagi harapan ayah selamat namun jika Allah berkehendak, semua itu  bisa terjadi. Dan kalau memang ayah telah meninggal, doa kami kiranya ayah selamat menghadap Allah. Banyak sekali keluarga yang bersimpati kepada saya dan kedua adik saya, walaupun kami belum banyak memahami apa arti kematian dan apa dampaknya untuk perjalanan hidup kami selanjutnya,” urai Joni. (Bersambung/red)

Tags: BontangHeadlineJoni MuslimKalimantan Timurprofil
Previous Post

Menkominfo Minta SMSI Sehatkan Demokrasi Lawan Hoaks

Next Post

Diancam Dibunuh, Tiga ABG di Kutai Timur Dirudapaksa Pekerja Sawit

BACA JUGA

69 Anak jadi Korban Kekerasan di Kaltim 454 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Kaltim Kurun 2025 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kaltim Terus Meningkat

69 Anak jadi Korban Kekerasan di Kaltim

1 April 2026 | 09:02
Bocah 9 Tahun di Kutim Tewas Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai

Bocah 9 Tahun di Kutim Tewas Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai

31 Maret 2026 | 19:47
Ayam Merah dan Rp77 Juta, Sanksi Adat untuk Pelaku Pemukulan di Kutim

Ayam Merah dan Rp77 Juta, Sanksi Adat untuk Pelaku Pemukulan di Kutim

31 Maret 2026 | 18:50
Pakai Skema Multiyears demi Jalan di Kutim Bisa Mulus

Pakai Skema Multiyears demi Jalan di Kutim Bisa Mulus

31 Maret 2026 | 17:37
Tumpang Tindih Lahan Masih Marak, Apakah RTRW Kutim Benar-Benar 100 Persen? Dugaan Proyek Pemkab di Kawasan TNK, Bupati Kutim: Kita Perlu Duduk Bersama Proyek Irigasi Rp3,8 Miliar Milik Pemkab Kutim Diduga Berada di Kawasan Taman Nasional Kutai

Tumpang Tindih Lahan Masih Marak, Apakah RTRW Kutim Benar-Benar 100 Persen?

31 Maret 2026 | 17:29
Motor Hilang di Kantor Satpol PP Berau, Polisi Temukan di Semak-Semak

Motor Hilang di Kantor Satpol PP Berau, Polisi Temukan di Semak-Semak

31 Maret 2026 | 13:51
Next Post
Terbongkar dari Chat WhatsApp, Pria di Bontang Ditangkap karena Pencabulan di Kawasan Wisata Siswi SMP di Bontang jadi Korban Pencabulan Dua Kali

Diancam Dibunuh, Tiga ABG di Kutai Timur Dirudapaksa Pekerja Sawit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
Kontrak Berakhir 2026, Pemprov Kaltim Buka Tender Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda Nasib Mal Lembuswana di Ujung Tanduk: DPRD Kaltim Siap Evaluasi Kontrak Sewa

Kontrak Berakhir 2026, Pemprov Kaltim Buka Tender Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda

25 Maret 2026 | 21:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Wisata Pulau Beras Basah Bontang Tetap Diminati, Namun Biaya Tinggi dan Sampah jadi Catatan

Wisata Pulau Beras Basah Bontang Tetap Diminati, Namun Biaya Tinggi dan Sampah jadi Catatan

24 Maret 2026 | 19:13
Tarif Air Minum Bontang Naik Mulai April 2026, Ini Rincian dan Dampaknya bagi Pelanggan Perumda Tirta Taman Hentikan Sementara Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Bontang, Ini Daftarnya Terendah di Kaltim, Tarif Tak Naik sejak 2017, PDAM Bontang Krisis Keuangan?

Tarif Air Minum Bontang Naik Mulai April 2026, Ini Rincian dan Dampaknya bagi Pelanggan

26 Maret 2026 | 13:34

Terbaru

69 Anak jadi Korban Kekerasan di Kaltim 454 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Kaltim Kurun 2025 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kaltim Terus Meningkat

69 Anak jadi Korban Kekerasan di Kaltim

1 April 2026 | 09:02
Pemkot Bontang Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK

Pemkot Bontang Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK

1 April 2026 | 08:07
Sedekah Sampah di Samarinda: Dari Halaman Masjid, Gerakan Lingkungan Itu Dihidupkan Kembali

Sedekah Sampah di Samarinda: Dari Halaman Masjid, Gerakan Lingkungan Itu Dihidupkan Kembali

1 April 2026 | 07:46
Harga Sawit Kaltim Menguat di Akhir Maret 2026 Harga TBS Sawit Kaltim Naik Akhir Januari 2026, Pendapatan Petani Ikut Terdongkrak Petani Plasma Kaltim Sumringah, Harga TBS Tembus Rp 3.350 per Kg Pekebun di Kaltim Paling Sejahtera sepanjang November 2023, Penyebabnya?

Harga Sawit Kaltim Menguat di Akhir Maret 2026

1 April 2026 | 07:31

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved