Kurang 12 Jam, Samarinda Membara di Tiga Lokasi 

Para Pemadam Kebakaran dan relawan berjibaku memadamkan api di 3 titik lokasi di Samarinda (Muhammad Budi Kurniawan/pranala.co)

PRANALA.CO, Samarinda – Tak sampai 12 jam sudah tiga kali si jago merah mengamuk di Kota Samarinda, Senin (12/10/2020). Pertama, sekira pukul 03.15 Wita dini hari di Jalan Amina Syukur. Kedua pada pukul 09.15 Wita di Jalan Mangkurat, dan terakhir pukul 13.18 Wita di Jalan KS Tubun Dalam, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu dilahap di jago merah. Dalam tiga peristiwa ini 14 bangunan nyaris rata dengan tanah.

“Data saat ini kami peroleh sekitar 14 bangunan dari total 3 kebakaran yang terjadi dalam hari ini,” jelas Humas Damkar Kota Samarinda Hery Suhendra saat ditemui pewarta Pranala.co di lokasi kebakaran, Senin (12/10/2020)

Para Pemadam Kebakaran dan relawan berjibaku memadamkan api di 3 titik lokasi di Samarinda (Muhammad Budi Kurniawan/pranala.co)

Ketiga petaka kebakaran ini terjadi di dalam gang. Lantaran berada di dalam lorong-lorong, petugas pemadam kebakaran sedikit kesulitan menjinakkan amukan si jago merah. Tak hanya itu saja, warga yang berkerumun juga bikin susah petugas bergerak.

Andi Saiful Anwar, petugas pemadam kebakaran (PMK) dari Raja Parfum pun turut menyesalkan kondisi ini. Maklum saja sebagian petugas tak bisa tidur nyenyak karena dalam hitungan jam, tiga kali kebakaran terjadi.

“Seharusnya, warga tak perlu menonton. Membahayakan diri sendiri dan petugas. Kami ini lelah dan belum sempat tidur,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Heri Suhendra, Humas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda menuturkan, ada 14 bangunan terbakar. Dari peristiwa itu pula, sebanyak 17 kepala keluarga dan 70 jiwa jadi korban. Herry menyebut dari seluruh 3 titik kebakaran, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik.

Para Pemadam Kebakaran dan relawan berjibaku memadamkan api di 3 titik lokasi di Samarinda (Muhammad Budi Kurniawan/pranala.co)

Sementara kerugian diduga mencapai ratusan juta. Dirinya pun berharap kejadian sama tak terjadi lagi, sebab petugas masih lelah. Namun petaka tak bisa ditebak. Untuk itu dirinya berharap semua petugas dan sukarelawan tetap dalam kondisi siaga.

“Kesulitan kami juga ada dengan air, sumber dayanya gak cukup,” pungkasnya.

 

 

(bud)

More Stories
Apakah Semua Orang akan Rasakan Sakitnya Sakaratul Maut?