Kesadaran Warga Bontang Mulai Tinggi, Pelanggar Prokes Menurun

Ilustrasi warga memakai masker.

PRANALA.CO, Bontang – Jumlah pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Kota Bontang mengalami penurunan drastis. Mulai awal bulan ini hingga 24 November total pelanggaran yang terjaring oleh Satgas Penanganan Covid-19 hanya 466.

Satgas Penanganan Covid-19 melalui Kabid Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP, Andi Harto bilang, merosotnya pelanggaran lantaran kesadaran masyarakat sudah tinggi. Dalam mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

“Tidak seperti awal pelaksanaan penegakkan disiplin ini. Jumlahnya menurun terus,” kata Andi Harto, Kamis (26/11). 

Padahal dua bulan sebelumnya angka pelanggaran mencapai 700-an. Satpol PP juga membantah pengurangan ini karena tingkat penegakan disiplin mengalami perubahan. Jadwalnya tetap rutin tiap hari. Saban harinya dua kali turun lapangan.

“Tidak ada perubahan tiap hari pagi dan malam,” ucapnya.

Sekali penegakkan empat tim diturunkan. Satu tim beranggotakan minimal 20 personel. Berasal dari Satpol PP, TNI, dan kepolisian.

Dua hari lalu, menyasar pengendara yang melintas di Tugu Selamat Datang Kota Bontang dan depan Makam Toraja. Dari dua tempat itu terjaring 43 pelanggar.

Sementara per 25 November, dua kelurahan telah mencatatkan diri sebagai zona hijau. Meliputi Berbas Pantai dan Bontang Lestari. Total kasus di kelurahan Berbas Pantai mencapai 31. Pasien sembuh berjumlah 30. Sementara terdapat satu kasus meninggal beberapa waktu lalu.

Sebelumnya satu kelurahan yakni Bontang Lestari dinyatakan hijau pada 9 November lalu. Total kasus pada wilayah ini yakni 25. Keseluruhannya telah dinyatakan sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) dr Bahauddin meminta warga tetap mematuhi prokes seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, dan menjaga jarak dari kerumunan. Supaya tidak terjadi penambahan kasus dalam waktu dekat. 

“Tetap patuhi anjuran pemerintah untuk melakukan prokes. Itu merupakan jurus ampuh memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19),” tutup dr Bahauddin, kepala Dinas Kesehatan Bontang.

 

[ks]

More Stories
Pembelajaran Daring, Berpikirlah sampai Boksnya Tak Ada