• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juni 29, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Kawasan Sangkulirang-Mangkalihat bakal Dikembangkan jadi Ekowisata

Suriadi Said by Suriadi Said
20 November 2020 | 15:56
Reading Time: 3 mins read
1
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PRANALA.CO, Sangatta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Kemenparekraf) mempersiapkan program dan strategi bangkit pasca pandemi melalui pengembangan pariwisata minat khusus berbasis alam serta edukasi dan implementasi terkait protokol CHSE (cleanliness, health, safety, environment).

“Kalimantan mempunyai potensi alam yang luar biasa. Pariwisata dapat hadir sebagai sebuah sektor pelapis kedua untuk menjadi tulang punggung pendapatan daerah,” tutur Drs. Alexander Reyaan M.M selaku Direktur Wisata Alam, Budaya dan Buatan, dalam FGD Sangkulirang Road to Adventure di Sangatta, Kalimantan Timur, Kamis (19/11).

PILIHAN REDAKSI

Menuju UNESCO, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Tak Boleh Terganggu

Menuju UNESCO, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Tak Boleh Terganggu

29 Juni 2026 | 18:03
Ithaca Resources Susun Program Warga Sejak Awal, Bupati Kutim Angkat Jempol

Ithaca Resources Susun Program Warga Sejak Awal, Bupati Kutim Angkat Jempol

24 Juni 2026 | 22:58

Diketahui, kawasan Karst Kalimantan Timur merupakan salah satu peninggalan batuan kapur yang cukup tua di Indonesia.

Struktur tebing bebatuan yang kokoh nan indah menjadi daya tarik tersendiri. Terdapat juga lorong rongga yang membentuk gua bawah tanah dan berisikan lukisan tangan pra sejarah dengan ragam kisah di baliknya.

Berlokasi di dua kabupaten yaitu Kutai Timur dan Berau, Karst Sangkulirang, Mangkalihat ini berada di kondisi geografis dan alam yang dapat menjadi peluang pengembangan pariwisata minat khusus berbasis alam.

Menurut Alex, wisatawan memiliki kecenderungan memilih ekowisata sebagai pilihan utama atau prioritas. “Karena dengan banyaknya area terbuka, akan lebih meminimalisir resiko tersebar/ tertular pandemi Covid-19,” katanya.

Ekowisata, dikatakan Alex, juga harus menerapkan pedoman menjaga lingkungan hidup dan keberagamannya dalam menjalankan konsep wisata berkelanjutan (sustainability tourism) serta penerapan  protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan atau CHSE.

“Maka itu kami juga memberikan program dukungan terhadap komunitas lokal dalam upaya bersama meningkatkan pengembangan pariwisata minat khusus berbasis alam,” tambah Alex.

Adapun bentuk dukungan yang diberikan kepada komunitas yang juga merupakan pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yaitu berupa penyediaan peralatan dan perlengkapan climbing.

Dukungan yang diberikan pada saat kegiatan FGD Sangkulirang Road to Adventure Travel ini bertujuan selain untuk membangkitkan kembali pariwisata melalui Komunitas Ekowisata Kabupaten Berau Kerima Puri (Hutan Nan Asri) dan Komunitas Ekowisata Kabupaten Kutai Timur Seribu Menara Karst (Personifikasi Gunung Gergaji) juga untuk memberikan rasa aman kepada para wisatawan ekowisata di Kawasan Karst Sangkulirang.

Menurut Data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim, bentang alam Karst Sangkulirang-Mangkalihat diisi 110 izin perkebunan, 40 konsesi kehutanan, 26 pertambangan batu bara, dan 16 izin tambang batu gamping. Jika izin-izin itu keluar, maka beragam ancaman perusakan lingkungan terjadi secara nyata. Salah satunya adalah rusaknya sumber air baku di dua kabupaten dan rusaaknya situs sejarah purbakala cap tangan cadas yang ada di goa-goa karst Sangkulirang-Mangkalihat.

“Yang paling dikenal dari karst sangkulirang mangkalihat adalah situs sejarah purbakala cap tangan manusia purba. Kalau karst rusak, tidak menutup kemungkinan gambar-gambar itu juga akan hilang,” sebut Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Berau Pantai, Hamzah.

Dijelaskan Hamzah, bentang alam karst merupakan salah satu bentang lahan yang unik dari sisi geologis maupun hidrologis. Memiliki luas sekitar 2.465.318 hektare, kawasan tersebut terdiri dari beberapa blok karst utama. Seperti Blok Suaran, Merabu-Kulat, Batu Onyen, Gergaji, Sekerat, Tutunambo-Nyere, Tabalar-Domaring, dan Mangkalihat. Setiap blok karst di kawasan itu, memiliki keunikan geomorfologi yang berbeda. Secara umum terdapat tiga tipe karst yang berkembang di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat, yaitu tipe karst labirin, menara, dan conical.

“Tidak hanya itu, bentangan alam itu juga memiliki nilai-nilai penting berbasis alam dan budaya. Sehingga harus pelihara dan dimanfaatkan dengan memperhatikan aspek kelestariannya. Salah satu upaya yang bisa ditempuh adalah pengembangan dilakukan dengan investasi hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.

Nilai-nilai yang terkandung, lanjut dia, adalah nilai penting geodiversitas, nilai penting hidrologi, nilai penting karbon, nilai penting budaya dan nilai penting biodiversitas. Menurutnya, nilai-nilai itu telah diusulkan Pemerintah Indonesia agar UNESCO menjadikan Karst Sangkulirang-Mangkalihat sebagai salah satu warisan dunia.

“Siapapun yang melihat bentangan alam itu, tidak mungkin tidak jatuh cinta. Di lihat dari atar, bentangan itu membentuk surga di tengah rimba. Betapa beruntungnya Kalimantan Timur, sebagai pemiliknya,” ujar Hamzah.

Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat, merupakan tangki air raksasa yang menyimpan sumberdaya air sangat besar. Air yang tersimpan di bawah permukaan kawasan itu membentuk tandon-tandon rahasi, yang mengalir cepat melalui saluran besar ke dalam saluran sungai bawah tanah dan keluar ke mata air.

Hamzah menyebut, simpanan air tersebut merupakan cadangan air yang sangat besar, yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan air baik untuk saat ini maupun masa yang akan datang.

 

 

[id|tribun]

Tags: HeadlineKarst SangkulirangKutai Timur
Previous Post

Pasien Positif Covid-19 Dijamin Bisa Nyoblos di Pilkada Samarinda

Next Post

Mulai Januari 2021, Sekolah Tatap Muka Semua Zona

BACA JUGA

Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim

29 Juni 2026 | 19:19
Gebuk Mafia Tanah, ATR/BPN dan Kejagung Bersatu Pulihkan Hak Korban

Gebuk Mafia Tanah, ATR/BPN dan Kejagung Bersatu Pulihkan Hak Korban

29 Juni 2026 | 19:07
Pemadaman Listrik Bontang: Daya Surplus Tapi Mati Lampu hingga Juli

Pemadaman Listrik Bontang: Daya Surplus Tapi Mati Lampu hingga Juli

29 Juni 2026 | 18:53
Terancam Defisit, APBD Kaltim Baru Cair 36 Persen

Terancam Defisit, APBD Kaltim Baru Cair 36 Persen

29 Juni 2026 | 17:33
Hujan dan Rem Terkunci, Truk Muatan Besi Tua Terguling Timpa Toko di Balikpapan

Hujan dan Rem Terkunci, Truk Muatan Besi Tua Terguling Timpa Toko di Balikpapan

29 Juni 2026 | 17:00
DLH Kaltim Usut Pencemaran Pulau Miang, Perusahaan Sawit Segera Dipanggil Nelayan Pulau Miang Kutim Resah, Dugaan Pencemaran Laut Muncul di Sekitar Jeti CPO

DLH Kaltim Usut Pencemaran Pulau Miang, Perusahaan Sawit Segera Dipanggil

29 Juni 2026 | 16:52
Next Post

Mulai Januari 2021, Sekolah Tatap Muka Semua Zona

Comments 1

  1. Ping-balik: Tenggiling Hamil Ditemukan Warga Sangkulirang, Dievakuasi bersama BKSDA - newsborneo.id

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06
Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

28 Juni 2026 | 13:41
Sekolah Favorit di Kutim Overkapasitas, Disdikbud Garansi Anak Tetap Sekolah Kutai Timur Siapkan Sekolah Rujukan Google di Sangatta

Sekolah Favorit di Kutim Overload, Disdikbud Garansi Anak Tetap Sekolah

28 Juni 2026 | 13:41
Olahraga Adalah Investasi, Dispora Kaltim: Pembudayaan Olahraga Harus jadi Perhatian Semua Pihak

Olahraga Adalah Investasi, Dispora Kaltim: Pembudayaan Olahraga Harus jadi Perhatian Semua Pihak

5 November 2023 | 22:24
Balikpapan akan Terang Benderang, 2 Ribu Lampu Jalan Siap Dipasang hingga Oktober 2025 Balikpapan Kebut Program “Kota Terang”, 3.500 Titik Lampu Jalan Dipasang Tahun Ini

Balikpapan akan Terang Benderang, 2 Ribu Lampu Jalan Siap Dipasang hingga Oktober 2025

26 Juni 2025 | 12:46

Terbaru

Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim

29 Juni 2026 | 19:19
Gebuk Mafia Tanah, ATR/BPN dan Kejagung Bersatu Pulihkan Hak Korban

Gebuk Mafia Tanah, ATR/BPN dan Kejagung Bersatu Pulihkan Hak Korban

29 Juni 2026 | 19:07
Pemadaman Listrik Bontang: Daya Surplus Tapi Mati Lampu hingga Juli

Pemadaman Listrik Bontang: Daya Surplus Tapi Mati Lampu hingga Juli

29 Juni 2026 | 18:53
31 Tahun Taman Nasional Kutai, Taruhan Nyawa Jaga Hutan Kalimantan

31 Tahun Taman Nasional Kutai, Taruhan Nyawa Jaga Hutan Kalimantan

29 Juni 2026 | 18:30
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved