PRANALA.CO – Terdapat satu kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) pada awal tahun ini. Dinas Kesehatan alias Diskes Bontang meminta warga untuk kembali mengaktifkan gerakan 3M plus.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Bontang, Nur Asma menerangkan warga harus peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Utamanya tempat yang bisa menampung air. Pasalnya media tersebut bisa digunakan nyamuk aedes aegypti untuk berkembang biak.
“Seperti tatakan dispenser, vas bunga, hingga ember bisa menjadi sarana nyamuk berkembang biak. Sebab itu perlu diperhatikan,” terangnya.
Warga juga harus melakukan menguras tempat penampungan air secara rutin. Kemudian menutup tempat penampungan air serta mendaur ulang barang bekas. Selain itu kasus DBD pada awal tahun ini didominasi menyasar kaum anak-anak.
“Sebab itu perlu diperhatikan utamanya saat mereka beristirahat,” sebutnya.
Pencegahan juga bisa dilakukan dengan menggunakan lotion anti gigitan nyamuk pada tubuh anak. Jika anak mengalami demam, sakit kepala, diare, hingga nyeri maka harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Supaya mendapatkan penanganan klinis.
“Jangan sampai terlambat dibawa ke faskes,” ungkapnya.
Sebelumnya kasus kematian menyasar pelajar yang berdomisili di Kelurahan Gunung Telihan. Anak ini berusia 13 tahun. Semula pasien sempat dibawa ke klinik kemudian orangtuanya membawa ke RSUD Taman Husada.
Beberapa kantong darah juga diperlukan. Selama masa perawatan di ruang intensif care. Sayangnya nyawanya tidak tertolong. Kurun dua pekan jumlah kasus DBD di Bontang mencapai 41. (*)



















Comments 2