Pranala.co, SAMARINDA – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengalami penurunan. Tren ini terjadi pada seluruh kelompok umur pohon, mulai dari usia 3 tahun hingga 10 tahun ke atas.
Penurunan harga ini diumumkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Andi M. Siddik, pada Senin (16/6/2025). Ia menyebut, faktor utama penurunan adalah turunnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) di pasaran.
“Harga CPO dan kernel hampir di semua perusahaan sumber data mengalami penurunan. Ini tentu berdampak ke harga TBS petani,” jelas Andi.
Rincian Harga TBS 1–15 Juni 2025
Harga tertinggi TBS tercatat pada pohon sawit umur 10 tahun ke atas, yakni sebesar Rp 3.101,52 per kg. Sementara untuk pohon usia muda, harganya sebagai berikut:
- Usia 3 tahun: Rp 2.729,71/kg
- Usia 4 tahun: Rp 2.908,72/kg
- Usia 5 tahun: Rp 2.928,39/kg
- Usia 6 tahun: Rp 2.960,44/kg
- Usia 7 tahun: Rp 2.978,71/kg
- Usia 8 tahun: Rp 3.000,78/kg
- Usia 9 tahun: Rp 3.065,67/kg
Harga ini ditetapkan berdasarkan harga CPO tertimbang sebesar Rp 13.155,65/kg dan harga kernel sebesar Rp 12.091,61/kg, dengan indeks K sebesar 89,06 persen.
Andi menegaskan bahwa daftar harga tersebut hanya berlaku bagi petani sawit yang bermitra resmi dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS) di Kaltim, terutama kebun plasma.
“Harga ini menjadi acuan resmi agar petani tidak dirugikan tengkulak. Kerjasama dengan pabrik akan menjamin stabilitas harga,” ujarnya.
Ia juga berharap kemitraan antara kelompok tani dan pabrik sawit terus diperkuat agar petani mendapatkan haknya secara adil.
“Kami ingin kesejahteraan petani sawit bisa lebih baik lewat harga yang transparan,” tutupnya.
[DIAS/RIL]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















