Pranala.co, BONTANG — Kota Bontang kembali menghadapi pekerjaan rumah soal kebersihan. Setiap hari, kota seluas 16.000 hektare ini menghasilkan sekira 110 ton sampah. Angka yang tidak kecil untuk wilayah dengan populasi 192 ribu jiwa.
Menjelang penilaian Adipura, Wali Kota Bontang Neni Moernaeni turun langsung meninjau kondisi fasilitas publik. Hasilnya, banyak toilet kantor pemerintahan dinilainya masih jauh dari kata bersih.
“Saya keliling lihat toilet kantor. Banyak yang kotor, terutama di kantor dinas. Ini tidak boleh terjadi. Perlu lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan kerja masing-masing,” tegas Neni.
Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Pemkot meluncurkan gerakan kebersihan massal GESIT (Gerakan Sampah Kutanggung Jawabku). Gerakan ini mengajak seluruh warga dan ASN lebih terlibat dalam menjaga lingkungan.
Neni juga menggagas Festival Toilet, sebuah kompetisi kebersihan toilet mulai dari rumah tangga, sekolah, hingga perkantoran. Festival ini diharapkan menjadi pemicu perubahan kebiasaan.
“Saya ingin kesadaran menjaga kebersihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Neni, dengan luas wilayah yang tidak terlalu besar, Bontang seharusnya mampu menyelesaikan persoalan sampah lebih cepat dan lebih baik.
“Masa kota kecil tidak bisa menyelesaikan masalah sampah? Harus bisa. Ini mimpi kita bersama menjadikan Bontang kota bersih,” ungkapnya.
Selain fokus pada lingkungan, Neni juga mengajak warga memperbaiki kebiasaan hidup. Ia mendorong pola hidup sehat seperti puasa Senin–Kamis, mengurangi minuman kemasan, dan menghindari makanan tinggi minyak.
Kebiasaan ini bukan hanya baik untuk kesehatan. Jika dijalankan bersama, konsumsi plastik sekali pakai ikut berkurang.
Neni menutup dengan harapan agar rangkaian gerakan kebersihan ini bisa menjadi momentum besar. Tidak hanya untuk mengejar Adipura, tetapi juga untuk membentuk kota yang lebih sehat, hijau, dan nyaman dihuni.
“Dengan edukasi, kompetisi, dan perubahan perilaku, saya berharap gerakan ini menjadi langkah nyata menjadikan Bontang kota bersih dan layak huni,” tutupnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















