Menu

Mode Gelap
Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

Samarinda · 19 Apr 2022 11:18 WITA ·

Empat Perusahaan Batu Bara di Kaltim Masuk Daftar Hitam


 Tambang batubara ilegal yang ada di samping kebun percobaan Universitas Mulawarman, Samarinda. (Foto: Courtesy/Koalisi Dosen Unmul) Perbesar

Tambang batubara ilegal yang ada di samping kebun percobaan Universitas Mulawarman, Samarinda. (Foto: Courtesy/Koalisi Dosen Unmul)

pranala.co – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim membeberkan data penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup tahun 2020-2021. Dari hasil penilaian 4 perusahaan batu bara masuk daftar hitam. Hal ini dipaparkan Kepala DLH Kaltim EA Rafiddin Rizal dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Kaltim, Senin (18/4/2022).

Rafiddin mengatakan, penilaian diberikan kepada perusahaan di sektor kegiatan batu bara, industri dan jasa, industri kelapa sawit, hutan alam dan hutan tanaman. Penilaian diberikan terhadap pengelolaan air, udara dan limbah B3.

“Merah merupakan penilaian kurang, kalau hitam cenderung mengabaikan pengelolaan lingkungan hidupnya,” terang Rafiddin.

Diungkapkannya, dari 255 perusahaan yang diberikan penilaian proper, terdapat 4 perusahaan yang masuk penilaian hitam. Semuanya merupakan perusahaan di sektor batu bara.

Sementara terdapat 11 perusahaan industri jasa, 19 perusahaan minyak kelapa sawit, 1 UPHHK-HT (Hutan Tanaman), dan 2 UPHHK-HA (Hutan Alam) yang masuk penilaian merah.

“Hal yang fatal kalau hitam penilaiannya. Yang sudah dua kali nilainya hitam, harusnya bisa penegakan hukum. Izinnya dikembalikan, misal ke kabupaten/kota yang memberikan,” katanya.

Sementara Ekti Imanuel Anggota Komisi III DPRD Kaltim, meminta data nama perusahaan yang masuk penilaian hitam DLH Kaltim. Menurutnya, pengelolaan lingkungan tidak boleh dikesampingkan oleh perusahaan di sektor kegiatan apapun. Bila sudah diberikan nilai namun tidak melakukan pembenahan, maka perusahaan tersebut sudah cenderung abai.

“Tadi kita minta daftarnya 4 perusahaan yang masuk nilai hitam, tapi DLH beralasan tunggu SK Gubernur. Nanti kita bisa panggil mereka, atau kita langsung ke lapangan meninjau perusahaan itu,” jelasnya.

 

(ky/id)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam

26 Mei 2022 - 15:19 WITA

IMG 20220526 191708

Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu

26 Mei 2022 - 10:17 WITA

IMG 20220526 105838

Selamat! Pelajar Bontang dan Samarinda Lolos Paskibraka Nasional 2022

26 Mei 2022 - 08:47 WITA

IMG 20220526 090451

Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang

26 Mei 2022 - 01:16 WITA

IMG 20220526 005848

Bengkel hingga Warung Kelontong Samarinda Terbakar saat Pagi Buta

25 Mei 2022 - 10:16 WITA

IMG 20220525 121525

Rekomendasi Rental Mobil di Samarinda yang Tarifnya Tidak Bikin Kantong Bolong

25 Mei 2022 - 07:42 WITA

IMG 20220525 080346
Trending di Samarinda