Bontang, PRANALA.CO – Tak selamanya batas administratif bisa jadi batas kepedulian. Hal inilah yang ditegaskan Anggota Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan, ketika menyoroti perhatian sosial dari perusahaan kawasan industri terhadap warga yang tinggal di luar batas Kota Bontang, Kaltim. Namun tetap terdampak langsung aktivitas industri.
Salah satu wilayah yang disoroti adalah Kampung Sidrap. Meski secara geografis tak termasuk dalam wilayah administrasi Kota Bontang, Ubayya menegaskan bahwa sebagian besar warganya masih ber-KTP Bontang. Artinya, mereka juga memiliki hak yang sama untuk merasakan manfaat kehadiran perusahaan, terutama dalam hal program tanggung jawab sosial alias CSR.
“Wilayah seperti Sidrap memang secara administratif bukan Bontang. Tapi masyarakatnya banyak yang ber-KTP Bontang. Mereka juga terdampak langsung dari kegiatan industri, dan seharusnya tak ditinggalkan begitu saja,” ujar Ubayya, Senin (21/4/2025).
Pernyataan tersebut ditujukan kepada PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI), perusahaan pengelola kawasan industri yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut. Ia berharap KNI tidak hanya mengacu pada batas peta administratif dalam menyalurkan manfaat sosial, tetapi juga mempertimbangkan realitas sosial di lapangan.
Menanggapi hal itu, pihak perusahaan melalui Senior Site Manager PT KNI menyampaikan bahwa selama ini mereka rutin menyalurkan CSR ke wilayah-wilayah yang masuk dalam buffer zone. Namun, ia tidak menampik adanya celah yang mungkin perlu dievaluasi kembali.
“Kami cukup sering memastikan bahwa wilayah buffer zone mendapatkan manfaat CSR. Tapi untuk wilayah seperti Sidrap, yang secara administratif di luar namun secara sosial dekat, akan kami evaluasi kembali,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perusahaan akan mencari solusi agar kebutuhan masyarakat tetap terakomodasi tanpa melanggar ketentuan internal dan kebijakan perusahaan yang berlaku.
“Kami terbuka untuk penyesuaian. Evaluasi ini akan mempertimbangkan kemungkinan perluasan cakupan CSR, termasuk pendekatan sosial yang lebih relevan dengan dinamika masyarakat sekitar kawasan industri,” tutupnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 1