• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, April 4, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Islampedia

Bolehkah Iktikaf di Rumah dan Bagaimana Niatnya?

Suriadi Said by Suriadi Said
11 Mei 2020 | 01:13
Reading Time: 4 mins read
1
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

*Oleh Gus Ubaidillah Amin Moch 

RAMADHAN kali ini bisa disebut sebagai Ramadhan yang ‘berbeda’. Mengingat saat ini umat Islam menghadapi bulan suci Ramadhan di tengah persebaran pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

PILIHAN REDAKSI

Pak Gub, Ingat Unmul Dong! Patah, Orang Dalam Bankaltimtara Ketika Presiden Sentil Gubernur Kaltim

Pak Gub, Ingat Unmul Dong!

3 April 2026 | 14:36
Pak Gub, Ingat Unmul Dong! Patah, Orang Dalam Bankaltimtara Ketika Presiden Sentil Gubernur Kaltim

Patah, Orang Dalam Bankaltimtara

24 Maret 2026 | 09:53

Maka seorang Muslim hendaknya dapat bersikap bijak dalam menghadapi bulan Ramadhan kali ini dengan senantiasa waspada dan hati-hati dalam menjalankan ibadah, jangan sampai maksud ibadah yang suci justru ternodai dengan ambisi pribadi dan sikap gegabah, sehingga berdampak buruk terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain.

Salah satu sikap kehati-hatian dalam menghadapi bulan suci Ramadhan di tengah pandemi covid-19 ini adalah dengan lebih memprioritaskan beribadah di rumah daripada beribadah di masjid. Terlebih di daerah yang sudah berstatus zona merah Covid-19. 

Beribadah di masjid secara simbol memang tampak lebih bermakna dan menjanjikan pahalanya, namun akan menjadi mala petaka tatkala berakibat tersebarnya wabah penyakit, dan hal demikian jelas merupakan larangan Agama Islam.

Iktikaf yang biasanya dilakukan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan guna menggapai malam lailatul qadar, memang hanya dapat dilakukan di masjid dengan berpijak pada pendapat mayoritas ulama.

Namun dalam kondisi saat ini, perlu kiranya kita lebih mengedepankan keselamatan diri sendiri dan masyarakat secara umum dengan cukup iktikaf di tempat yang dikhususkan untuk sholat yang terdapat di rumah kita dengan berpijak pada pendapat Imam Syafii dalam qaul qadimnya dan pendapat Imam Abu Hanifah.

PicsArt 05 11 01.02.09

Melaksanakan ibadah iktikaf di ruangan di dalam rumah yang dikhususkan untuk sholat hukumnya boleh dan sah dilakukan, baik bagi laki-laki ataupun perempuan menurut dua pendapat Imam di atas, dengan mengikut pada nalar “jika sholat sunnah saja yang paling utama dilakukan di rumah, maka iktikaf di rumah semestinya bisa dilakukan”. Hal demikian seperti yang disampaikan oleh Imam Ar-Rafi’i:

ولو اعتكفت المرأة في مسجد بيتها وهو المعتزل المهيأ للصلاة هل يصح فيه قولان (الجديد) وبه قال مالك وأحمد لا لان ذلك الموضع ليس بمسجد في الحقيقة فأشبه سائر المواضع ويدل عليه ان نساء النبي صلى الله عليه وسلم كن يعتكفن في المسجد ولو جاز اعتكافهن في

البيوت لاشبه ان يلازمنها (والقديم) وبه قال ابو حنيفة نعم لانه مكان صلاتها كما ان المسجد مكان صلاة الرجل وعلي هذا ففى جواز الاعتكاف فيه للرجل وجهان وهو اولي بالمنع ووجه الجواز ان نفل الرجل في البيت افضل والاعتكاف ملحق بالنوافل

“Wanita melaksanakan iktikaf di masjid rumahnya, maksudnya adalah ruangan tempat menyendiri (di rumah) yang diperuntukkan untuk sholat, apakah hal tersebut sah? Dalam permasalahan ini terdapat dua pendapat .

 Qaul Jadid, Imam Malik dan Imam Ahmad berpandangan tidak sah, sebab tempat tersebut bukanlah masjid secara hakiki, maka lebih sama dengan tempat-tempat lainnya. Pendapat ini juga didasari dalil bahwa Para Istri Rasulullah melaksanakan iktikaf di masjid, kalau saja boleh beriktikaf di rumah, niscaya mereka tentu mereka menetapkannya.

Qaul Qadim dan Abu Hanifah berpendapat boleh iktikaf di Rumah (ruangan yang dikhususkan sholat), sebab tempat tersebut merupakan tempat sholat bagi wanita, seperti halnya masjid merupakan tempat sholat bagi laki-laki. 

Berdasarkan pandangan ini, maka dalam bolehnya iktikaf di rumah bagi laki-laki juga terdapat dua pendapat, meskipun lebih utama bagi laki-laki untuk tidak iktikaf di tempat tersebut. Dalil bolehnya iktikaf di rumah bagi laki-laki adalah pemahaman bahwa sholat sunnah bagi laki-laki yang paling utama adalah dilaksanakan di rumah, maka Ibadah Iktikaf mestinya sama dengan ibadah sholat sunnah” (Syekh Abdul Karim bin Muhammad ar-Rafi’i, al-‘Aziz Syarh al-Wajiz, Juz 6, Hal. 503)

Iktikaf di Rumah dipandang sebagai cara ibadah yang paling ideal dan maslahat dalam menghadapi pandemi Covid-19 di tengah bulan Ramadhan ini. Sedangkan niat iktikaf di rumah dapat dengan melafalkan kalimat berikut dalam hati:

نَوَيْتُ الإعْتِكَافَ فِى هَذَا الْمَكَانِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ أَبِىْ حَنِيْفَةْ لله تَعَالَى

“Nawaitu al-Iktikafa fi Hadza al-Makani Taqlidan lil Imam Abi Hanifah lillahi ta’ala”

Selain itu momen Ramadhan kali ini dapat menjadi tabungan pahala yang melimpah bagi kita umat muslim meski hanya dengan berdiam diri di rumah. Seperti telah umum diketahui bahwa tidurnya orang yang sedang berpuasa bernilai ibadah. Seperti dijelaskan dalam hadits:

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ

“Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipat gandakan, doanya dikabulkan dan dosanya diampuni” (HR Baihaqi)

Hadits ini sejatinya bukan bermaksud menyarankan seorang Muslim untuk senantiasa memperbanyak tidur di rumah, namun yang dimaksud adalah menunjukkan keagungan bulan Ramadhan, hingga orang tidur pun mendapatkan pahala.

Saking besarnya keutamaan Ramadhan ini, orang yang tidur seharian penuh tetap mendapatkan pahala atas puasanya, seperti yang dijelaskan oleh syekh Ali Syibromalisi dalam mengomentari penjelasan gurunya, Imam ar-Ramli:

و لا يضر النوم المستغرق للنهار على الصحيح لبقاء أهلية الخطاب معه إذ النائم يتنبه إذا نبه،ولهذا يجب قضاء الصلاة الفائتة بالنوم دون الفائتة بالإغماء

لبقاء أهلية الخطاب معه أي ويثاب على صيامه للعلة المذكورة

Menurut pendapat yang shahih, tidur yang mengabiskan waktu sehari penuh itu tidak masalah secara syara’ karena ia tetap dinilai pihak yang kena khithab syara’. Lagi pula orang tidur itu akan terjaga bila dibangunkan. Karenanya, ia wajib mengqadha’ sembahyang yang luput sebab tidur, bukan luput sebab pingsan.  

“Redaksi “tetap dinilai pihak yang kena khithab syara’, maksudnya yang bersangkutan tetap diberikan pahala karena puasanya, berdasarkan illat hukum yang sudah tersebut itu” (Syamsuddin ar-Ramli, Nihayah al-Muhtaj, Juz 9, Hal. 394). Wallahu a’lam bisshawab. (*Staf Khusus Menteri Agama R

Tags: Dunia IslamKhazanahOpiniRamadan
Previous Post

70 Persen Pasien Positif Covid-19 di Kaltim dari Klaster Gowa

Next Post

Aturan Mudiknya Kok Mencla-Mencle Sih Pak..

BACA JUGA

Doa Khusus Pelunasan Utang dari Rasulullah SAW yang Diajarkan Ustaz Adi Hidayat

Doa Khusus Pelunasan Utang dari Rasulullah SAW yang Diajarkan Ustaz Adi Hidayat

27 Februari 2026 | 20:51
Selama Hidupnya, Berapa Kali Rasulullah SAW Berpuasa di Bulan Ramadan?

Selama Hidupnya, Berapa Kali Rasulullah SAW Berpuasa di Bulan Ramadan?

18 Februari 2026 | 10:00
Tata Cara dan Bacaan Niat Mandi Sunnah Jelang Ramadan

Tata Cara dan Bacaan Niat Mandi Sunnah Jelang Ramadan

17 Februari 2026 | 20:26
Puasa Nisfu Syaban 2026: Jadwal, Niat, dan Keutamaannya Menjelang Ramadan Waktu, Keutamaan, dan Niat Puasa Nisfu Syaban 2025 Ada Hari Tertentu untuk Puasa Syaban?

Puasa Nisfu Syaban 2026: Jadwal, Niat, dan Keutamaannya Menjelang Ramadan

1 Februari 2026 | 20:36
Kisah Malaikat Pencabut Nyawa dalam Ihya Ulumuddin: Ajal Tak Pernah Salah Alamat

Kisah Malaikat Pencabut Nyawa dalam Ihya Ulumuddin: Ajal Tak Pernah Salah Alamat

16 Januari 2026 | 09:11
Lima Penghalang Manusia Menjadi Shaleh Menurut Sayyidina Ali

Lima Penghalang Manusia Menjadi Shaleh Menurut Sayyidina Ali

12 Desember 2025 | 08:09
Next Post

Aturan Mudiknya Kok Mencla-Mencle Sih Pak..

Comments 1

  1. Ping-balik: Puasa Asyura Dapat Hapus Dosa Setahun Lalu, Ini Niat dan Keutamaannya - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya Distribusi Air dari WTP KS Tubun Mati Total Akhir Pekan Ini

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya

3 April 2026 | 21:21
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026 Jadwal Kapal Pelni Juli 2025 dari Balikpapan dan Bontang, Cek Lengkapnya di Sini Jadwal Kapal Pelni Balikpapan Juli 2025 Resmi Rilis, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya di Sini

Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026

29 Maret 2026 | 21:14
Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya Jalur Laut Masih Rawan, Polres Bontang Perketat Pengawasan Narkoba di Pelabuhan

Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya

29 Maret 2026 | 20:24

Terbaru

Remaja 19 Tahun Ditangkap, Tiga Kali Jambret di Samarinda

Remaja 19 Tahun Ditangkap, Tiga Kali Jambret di Samarinda

4 April 2026 | 00:10
Diduga Serangan Jantung, Kuli Bangunan di Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa

Diduga Serangan Jantung, Kuli Bangunan di Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa

3 April 2026 | 23:52
Halal Bihalal Polres Bontang, Ustaz Das’ad Latif Soroti Nilai Ibadah dari Tugas Polisi

Halal Bihalal Polres Bontang, Ustaz Das’ad Latif Soroti Nilai Ibadah dari Tugas Polisi

3 April 2026 | 22:22
Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya Distribusi Air dari WTP KS Tubun Mati Total Akhir Pekan Ini

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya

3 April 2026 | 21:21

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved