Pranala.co, SAMARINDA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Timur (BI Kaltim) menggelar layanan penukaran uang layak edar di empat masjid di Kota Samarinda pada Februari 2026. Program ini menjadi bagian dari agenda tahunan menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Sebanyak 500 bilyet penukaran disiapkan dengan berbagai denominasi. Nominal penukaran berkisar antara Rp100.000 hingga Rp2,5 juta per paket. Total paket penukaran yang disediakan mencapai Rp5,3 juta.
Skema penukaran dibagi dalam enam paket. Untuk pecahan Rp1.000, masyarakat dapat menukarkan 100 lembar senilai Rp100.000. Sementara untuk pecahan Rp50.000, tersedia 50 lembar dengan total nominal Rp2,5 juta. Paket lain disesuaikan dengan komposisi pecahan yang telah ditentukan.
Empat masjid dipilih sebagai lokasi layanan penukaran uang, yakni:
- Masjid Nurul Mu’minin (Pemprov), Jalan Gunung Arjuna, Kecamatan Samarinda Ilir – 18–19 Februari 2026
- Masjid Shiratal Mustaqim, Jalan Pangeran Bendahara, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang – 18–19 Februari 2026
- Masjid Jami’ Al-Ma’ruf, Jalan Dr. Sutomo No. 17, Sidodadi – 23–24 Februari 2026
- Masjid Al Muhajirin, Jalan Bengkuring Raya, Sempaja Timur – 25–26 Februari 2026
Pemilihan masjid sebagai lokasi penukaran bukan tanpa alasan. Menjelang Ramadan dan Idulfitri, aktivitas jamaah meningkat sehingga memudahkan akses masyarakat untuk memperoleh uang layak edar.
Program ini bertujuan memperlancar distribusi uang layak edar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelayakan uang rupiah.
Bank Indonesia secara rutin mengimbau masyarakat untuk merawat rupiah dengan prinsip 5J, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.
Masyarakat yang berminat mengikuti layanan penukaran disarankan datang lebih awal karena kuota terbatas. Penukaran dilakukan sesuai jadwal dan paket yang telah ditetapkan. (SON/RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















