Pranala.co, BONTANG – Laut yang tenang sering kali menipu. Di balik ombak yang terlihat jinak, perairan Bontang menyimpan potensi ancaman. Jalur laut yang sibuk ini kerap dibidik sebagai pintu masuk berbagai barang ilegal.
Menangkap sinyal itu, Bea Cukai Bontang bergerak cepat. Mereka memetakan titik-titik rawan untuk memperketat pengawasan.
Kepala Kantor Bea Cukai Bontang, Tri Haryono Suhud, memastikan pemetaan dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada Barang Kena Cukai (BKC) ilegal, seperti rokok dan minuman beralkohol, tetapi juga komoditas berisiko tinggi lainnya.
Tumbuhan dan satwa dilindungi. Barang berbahaya. Pakaian bekas. Hingga narkoba. “Sebagai community protector, semua titik rawan di perairan Bontang sudah kami petakan,” ujar Tri, Sabtu (15/11/2025). “Pengawasan kami mencakup BKC ilegal, komoditas berisiko tinggi, hingga narkotika.”
Bea Cukai Bontang tidak berjalan sendiri. Koordinasi rutin dilakukan dengan kantor Bea Cukai lainnya. Selain itu, pengawasan diperkuat melalui sinergi bersama TNI, Polri, Kejaksaan, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sinergi ini penting. Mempercepat deteksi. Memperkuat penindakan.
Salah satu contohnya ialah operasi bersama BNN Kota Bontang. Fokusnya: pengawasan peredaran rokok elektrik atau vape yang diduga mengandung narkotika.
“Kegiatan seperti ini rutin kami lakukan untuk memastikan Bontang tetap bersih dari aktivitas ilegal,” jelas Tri.
Tri menegaskan bahwa pengawasan tidak berhenti pada penindakan. Langkah preventif juga digencarkan. Edukasi diberikan kepada masyarakat. Mulai dari pusat penjualan, konsumen, sekolah, hingga sektor perbankan.
“Kami tidak hanya menindak, tetapi juga mengedukasi,” ucapnya. “Masyarakat perlu mengetahui mana barang yang legal dan mana yang berisiko bagi kesehatan, keamanan, dan lingkungan.”
Setiap laporan masyarakat, kata Tri, selalu diterima dengan serius. “Semua laporan pasti kami verifikasi dan tindak lanjuti,” tegasnya.
Bea Cukai menyadari bahwa pengawasan tidak bisa dilakukan sendiri. Peran publik sangat menentukan. Warga dapat melaporkan dugaan penyelundupan, baik yang terjadi di darat maupun laut.
“Kami membuka ruang bagi siapa pun untuk menyampaikan informasi,” kata Tri.
Melalui pemetaan titik rawan, penguatan kerja sama, serta dukungan masyarakat, Bea Cukai Bontang berkomitmen menjaga keamanan daerah. Upaya ini bertujuan melindungi publik dari ancaman barang ilegal yang dapat merusak ekonomi dan membahayakan kesehatan.
Sinergi aparat. Kesadaran masyarakat. Dua hal ini menjadi kunci menjaga perairan Bontang tetap aman. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















