Pranala.co, SAMARINDA – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) memasang perangkat sensor pemantau perairan di sekitar Jembatan Mahakam, Samarinda. Ini sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kembali terjadinya insiden tabrakan kapal dengan jembatan.
Direktur Operasi dan Teknik SPJM, Edward DN Napitupulu, mengatakan teknologi tersebut dirancang untuk membantu perwira pandu dan nahkoda dalam mengendalikan kapal secara lebih aman ketika melintas di bawah jembatan.
“Sensor ini akan sangat membantu dalam memberikan informasi bagi perwira pandu dan nahkoda saat melakukan pemanduan kapal secara akurat, aman, dan efisien, terutama saat proses olah gerak kapal,” ujar Edward di Samarinda, Kamis.
Langkah pemasangan sensor ini merupakan kelanjutan dari upaya peningkatan keselamatan pelayaran yang sebelumnya telah dilakukan SPJM melalui pemasangan Port Entry Light (PEL) pada September 2024.
Perangkat navigasi tersebut berupa sistem lampu suar berintensitas tinggi yang berfungsi memandu kapal-kapal besar ketika hendak melintas di kolong Jembatan Mahakam.
Menurut Edward, lampu pemandu tersebut bekerja dengan menandai jalur pelayaran yang aman sekaligus memberikan peringatan visual terhadap potensi bahaya di perairan.
“Cahaya pemandu ini efektif menyoroti jalur aman bagi kapal, terutama pada malam hari atau ketika jarak pandang terbatas,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan lampu suar semacam itu merupakan standar keselamatan yang banyak diterapkan di pelabuhan internasional dengan tingkat lalu lintas kapal yang tinggi maupun pada alur pelayaran yang sempit.
Karakteristik alur pelayaran di bawah Jembatan Mahakam dinilai cukup menantang bagi kapal yang melintas. Arus sungai yang dinamis serta ruang bebas jembatan yang terbatas menuntut ketelitian tinggi dari nahkoda dan petugas pandu.
Karena itu, keberadaan sistem penunjuk arah diharapkan membantu pelaut memastikan posisi kapal tetap berada pada jalur pelayaran yang aman.
Untuk memperkuat fungsi tersebut, SPJM kemudian menambahkan serangkaian sensor pemantau kondisi perairan pada Januari 2026 di sekitar Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu.
Sensor Pantau Arus dan Jarak Aman Kapal
Edward menjelaskan, sensor berbasis teknologi kelautan tersebut mampu menyajikan data akurat terkait kondisi perairan secara real time.
Perangkat itu memantau sejumlah parameter penting, antara lain kecepatan arus sungai serta jarak aman ruang bebas (clearance) antara permukaan air dan struktur bawah jembatan.
Seluruh data dari sensor tersebut terhubung langsung dengan layar monitor yang dipasang pada titik strategis di pagar pengaman Jembatan Mahakam, sehingga dapat dipantau oleh petugas terkait.
Sebagai lapisan perlindungan tambahan, SPJM juga memasang sensor pengukur ketinggian muatan kapal menggunakan teknologi laser range finder di stasiun pandu yang berada di dekat Jembatan Mahulu.
Perangkat ini berfungsi mengukur tinggi muatan kapal sebelum melintas di bawah jembatan.
Jika sistem mendeteksi muatan kapal melebihi batas ketinggian yang diizinkan, maka perangkat akan secara otomatis mengirimkan peringatan.
“Sistem pintar ini telah diprogram untuk memberikan notifikasi otomatis apabila tinggi muatan kapal melampaui ketentuan regulasi pelayaran,” kata Edward. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















