Antisipasi Bencana di Bontang, Ini Program Inovatif BPBD

  • Whatsapp
BPBD Bontang saat berusaha memadamkan api di lahan Bontang Lestari., Maret 2020 lalu. [DOK BPBD BONTANG]

PRANALA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Kalimantan Timur memiliki program inovatif untuk mengantisipasi terjadinya bencana. Hal ini dilakukan agar masyarakat terhindar dari bencana yang tak diinginkan.

Kepala BPDB Bontang Ahmad Yani menuturkan, BPDB memiliki peta khusus untuk melihat potensi bencana yang ada di setiap kelurahan. Hal ini dapat mengantisipasi terjadinya bencana di daerah tersebut.

Bacaan Lainnya

Pada peta tersebut, kata dia, bisa dilihat setidaknya tiga potensi bencana. Yakni, potensi kebakaran pemukiman, tanah longsor, dan potensi banjir tadah.

Dijelaskan Yani, potensi bencana yang ada di setiap kelurahan telah terdata, bahkan pada layar monitor yang ditampilkan, lengkap dengan RT yang memiliki potensi.

“Hingga saat ini, kami terus sosialisasikan peta tersebut ke masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Yani juga memaparkan program inovatif lainnya. Di antaranya, bagaimana eksekusi becana saat BPBD bekerjasama dengan OPD, dan juga inovasi bangunan “Stasiun Public Service Centre dan Bak Penampungan Air” untuk mengantisipasi apabila ada kebakaran di setiap kelurahan.

“Sekiranya seluruh OPD terkait turut serta dalam penanggulangan bencana, maka hasilnya akan lebih maksimal,” tuturnya, sembari menjelaskan pola kerjasama OPD di layar monitor.

Pola tersebut dijelaskan, OPD terkait memiliki tugas masing-masing. Misalnya, Dinas Lingkungan Hidup mengambil posisi kebersihan lingkungan, Dinas PUPR bagian kontruksi, Dinas PERKIM bagian pengawasan GSS, DPM-PTSP bagian Perizinan dan pengawasan, SAtpol PP bagian penegakan PErda/Per-UU, BAPELITBANG bagian perencanaan dan keuangan, Kecamatan-Kelurahan P3, serta BPDB fokus bagian Evakuasi.

Kepala BPBD Bontang, Ahmad Yani (kanan) ikut memantau langsung tim memadamkan api di lahan, Bontang Lestari.

Sementara itu, bangunan “Stasiun Public Service Centre dan Bak Penampungan Air” merupakan program inovatif lainnya, dimana program ini bisa bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Pada bangunan yang dirancang akan memiliki bak air di bawah bangunan sebanyak 80 tanki (mobil pemadam) tersebut, dapat memudahkan Damkar dalam menjalankan tugasnya.

“Perusahaan pabrik di Bontang akan ikut bekerja sama dengan program ini, asal ada lahan yang disediakan di setiap kelurahan,” kata Yani.

Masyarakat sekitar, lanjut dia, dapat ikut berpartisipasi jika bangunan tersebut dapat terealisasi. Jika diperlukan untuk tempat karaoke, maka akan disediakan. [ADS]

Pos terkait