Pranala.co, SANGATTA – Sistem baru penyaluran BBM bersubsidi mulai diterapkan pemerintah. Namanya XSTAR. Sistem ini mewajibkan seluruh pengguna BBM bersubsidi memiliki akun yang datanya terdaftar dan tervalidasi.
Karena itu, Dinas Perhubungan Kutai Timur (Dishub Kutim) meminta masyarakat segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi. Tanpa data lengkap, akun tidak bisa terbit. Tanpa akun, pembelian BBM bersubsidi otomatis terblokir.
Seruan ini disampaikan Perwakilan Dishub Kutim, Abdul Moeis, SE., M.Si., dalam rapat pembahasan penerapan XSTAR dan penanganan kelangkaan BBM di Ruang Panel Kantor DPRD Kutim, Bukit Pelangi, Selasa (18/11/2025).
Dalam rapat itu, Moeis menyebut masih banyak warga belum bisa menggunakan XSTAR. Penyebabnya satu: persyaratan administrasi belum dipenuhi.
Ia menegaskan bahwa sistem baru ini bergantung pada keakuratan data. Tanpa data valid, XSTAR tidak bisa mengeluarkan izin pembelian BBM bersubsidi.
“Harapan kami, apabila ada masyarakat yang belum memperoleh akun XSTAR karena syaratnya belum terpenuhi, agar segera melengkapi kekurangannya,” ujar Moeis.
Moeis juga meluruskan simpang siur informasi yang masih berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa rekomendasi BBM yang dulu dikeluarkan Dishub sudah tidak berlaku.
“Rekomendasi yang sebelumnya pernah dikeluarkan Dishub sudah tidak berlaku lagi. Seluruh mekanisme kini terintegrasi melalui XSTAR,” tegasnya.
Menurut Moeis, Dishub Kutim mendukung penuh penerapan XSTAR sepanjang sistem tersebut memastikan tiga hal penting. Yakni, transparansi data, akurasi penerima BBM bersubsidi, pengawasan distribusi di lapangan.
Ia menilai XSTAR bisa menjadi solusi jangka panjang untuk memotong antrean, menyelesaikan masalah distribusi, dan menghapus potensi penyimpangan.
Moeis menegaskan bahwa kelangkaan BBM tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Dibutuhkan koordinasi antara: Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, DPRD Kutim, Pertamina.
Sinergi ini penting terutama di kecamatan yang hanya memiliki satu SPBU tetapi harus melayani beberapa wilayah sekaligus.
“Dengan kerja sama yang kuat, masalah antrean dan kelangkaan bisa ditekan,” jelas Moeis. (ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















