Pranala.co, BONTANG — Pemerintah Kota Bontang menyiapkan langkah baru dalam pengelolaan layanan Wi-Fi gratis. Salah satunya, pemadaman sementara pada jam-jam salat. Kebijakan ini akan diterapkan di fasilitas umum dan area sarana ibadah.
Gagasan tersebut datang dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang. Tujuannya menjaga nilai religius sekaligus melindungi anak-anak dari penggunaan internet yang dinilai kurang tepat.
Kepala Diskominfo Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, mengaku prihatin dengan kondisi di lapangan. Ia kerap menerima laporan serupa dari masyarakat.
“Banyak masukan kami terima. Di waktu salat, anak-anak justru asyik menggunakan Wi-Fi, tetapi tidak menjalankan ibadahnya,” ujar Andi, Jumat (9/1/2026).
Menurut Andi, rencana pemadaman sementara ini masih akan dibahas lebih lanjut. Diskominfo akan berkoordinasi dengan para penyedia layanan internet atau internet service provider (ISP) sebelum kebijakan diterapkan.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan identitas Bontang sebagai Kota Taman yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Di sisi lain, kebijakan ini juga mendukung program Kota Ramah Anak yang menjadi perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
“Ini bagian dari upaya melindungi anak-anak, terutama pada waktu beribadah. Nilai agamis Kota Bontang harus tetap terasa,” tegasnya.
Tak hanya soal pembatasan jam layanan, Diskominfo juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi kualitas Wi-Fi gratis. Pemantauan dilakukan secara berkala di seluruh titik layanan.
Mulai dari pengecekan suplai jaringan hingga uji kecepatan internet. Jika ditemukan kendala, masyarakat diminta melapor melalui Super Apps milik Pemkot Bontang.
“Insyaallah, laporan akan kami tindaklanjuti maksimal dalam waktu satu kali dua puluh empat jam,” jelas Andi.
Ia juga mengingatkan masyarakat tentang keterbatasan teknis layanan Wi-Fi gratis. Modem yang disediakan oleh ISP umumnya hanya mampu menampung 20 hingga 30 perangkat secara bersamaan.
“Sering kali ketua RT melapor internet tidak bisa digunakan. Setelah dicek, ternyata kapasitas perangkat sudah penuh. Mayoritas digunakan anak-anak,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Diskominfo. Penyadaran publik terus didorong agar Wi-Fi gratis digunakan secara lebih bijak dan produktif.
“Kami ingin internet ini benar-benar memberi manfaat. Bukan sekadar hiburan, tetapi juga mendorong ekonomi warga, UMKM, dan kebutuhan pendidikan,” katanya.
Andi menegaskan, evaluasi layanan Wi-Fi gratis akan dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah pun membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk menerima kritik dan saran yang membangun.
“Yang sudah baik akan kami lanjutkan. Kalau masih ada kekurangan, silakan disampaikan. Insyaallah akan kami perbaiki agar layanan ini semakin bermanfaat bagi warga,” pungkasnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















