PANGKEP, Pranala.co - Reses dan temu konstituen kelima anggota DPRD Pangkep, Muhammad Ramli, di Pulau Doang-Doang Caddi, Desa Kanyurang, Kecamatan Liukang Kalmas, berlangsung aspiratif, Jumat (27/3/2026).
Ratusan warga memadati lokasi acara untuk menyampaikan keluhan yang telah lama mengganjal kehidupan mereka. Masyarakat setempat mengapresiasi kehadiran perwakilan legislatif tersebut.
Terdapat tiga persoalan mendesak yang diaspirasikan warga: penundaan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) antar waktu, pembayaran program Supersun yang belum terealisasi meski uang sudah dikumpulkan, serta tunggakan gaji guru PAUD yang hingga kini belum dibayarkan.
Salah satu isu utama yang diangkat warga adalah keterlambatan pelaksanaan Pilkades pengganti antar waktu di Desa Kanyurang. Warga mengeluhkan proses pemilihan kepala desa yang seharusnya segera digelar justru tertunda tanpa kejelasan waktu.
Mereka berharap DPRD Pangkep dapat mendorong Pemkab Pangkep untuk segera menggelar Pilkades antar waktu. Penundaan yang berkepanjangan dinilai menghambat roda pemerintahan desa dan memperlambat pembangunan di wilayah tersebut.
Keluhan kedua menyangkut program Supersun—pemasangan listrik tenaga surya. Warga mengaku telah melakukan pembayaran kepada pelaksana tugas (PLT) kepala desa, namun program tersebut hingga kini belum terealisasi.
"Mereka meminta pengembalian uang pembayaran Supersun yang sudah dibayarkan ke PLT kepala desa," ungkap Muhammad Ramli.
Kasus ini mengindikasikan adanya dugaan penyalahgunaan dana atau ketidaktransparanan dalam pengelolaan program pembangunan di tingkat desa. Warga menuntut pertanggungjawaban dan pengembalian dana yang telah mereka setor.
Persoalan ketiga yang tak kalah menggelitik adalah nasib guru PAUD di Desa Kanyurang. Para pendidik anak usia dini ini mengabdi tanpa menerima gaji hingga saat ini. Padahal, mereka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi penerus di tingkat paling fundamental.
Warga meminta agar gaji guru PAUD yang tertunggak segera dibayarkan. Ketidakpastian penghasilan ini dikhawatirkan akan menurunkan semangat mengajar dan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di desa tersebut.
Muhammad Ramli mencatat seluruh aspirasi yang disampaikan warga. "Saya berkomitmen akan menyampaikan keluhan-keluhan tersebut ke forum dewan dan mendorong penyelesaian oleh eksekutif," janji Ramli. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















