Pranala.co, BALIKPAPAN — Suasana duka menyelimuti penumpang kapal asal Parepare, Sulawesi Selatan, setelah mendapat kabar bahwa anggota keluarga mereka tidak dapat tertolong dalam insiden kapal feri KM Dharma Kartika IX yang miring di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/1/2026).
Dari pantauan media ini di Pelabuhan Semayang, tangisan keluarga korban pecah saat tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi. Harapan sebuah perjalanan keluarga berubah menjadi duka mendalam setelah diketahui dua anggota keluarga mereka dinyatakan meninggal dunia.
Dua korban tewas tersebut diketahui bernama Nani dan Nur Lina, warga Kota Parepare, Sulawesi Selatan.
Keduanya tengah menempuh perjalanan laut dari Parepare menuju Balikpapan, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Paser untuk menghadiri acara syukuran pindah rumah keluarga.
Perjalanan yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan itu pun harus berakhir tragis.
Salah satu keluarga korban, Bahtan, tak kuasa menahan kesedihan saat menunggu kepastian jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan.
Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan bahwa Nani dan Nur Lina memiliki hubungan keluarga dekat dengannya. Bahkan, salah satu korban merupakan anak kandungnya, sementara satu lainnya adalah saudara kandungnya.
“Korban ini anak dan adik saya. Kami mau ke Grogot karena ada keluarga pindah rumah,” ujar Bahtan sembari menyeka air mata saat ditemui di RS Bhayangkara Balikpapan.
Kesedihan yang sama juga dirasakan Sari Bulan, anak Bahtan. Ia turut menceritakan detik-detik mencekam menjelang insiden tersebut. Menurutnya, kakak dan tantenya berangkat bersama dan baru pertama kali menginjakkan kaki di Balikpapan.
“Saat kapal mau sandar, penumpang sudah turun dari dek. Tiba-tiba kapal goyang dan miring,” tutur Bulan.
Lanjut, dia menceritakan, pihaknya sempat menyelamatkan diri dengan berlari ke bagian depan kapal. Namun, kakaknya tertinggal di belakang.
“Kakak saya terjepit kendaraan. Kejadiannya cepat sekali, semua panik,” lanjutnya sambil meneteskan air mata.
Bulan juga mengaku tidak sempat melihat kondisi korban secara langsung karena situasi yang berlangsung sangat singkat dan penuh kepanikan.
Selain itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas IA Balikpapan, Dody Setiawan, mengatakan dua korban perempuan ini ditemukan di bagian belakang kendaraan, namun berada di luar mobil. Keduanya tertimpa sayur-sayuran dan sembako yang dalm truk.
“Keduanya tertimpa muatan truk dan masing-masing dievakuasi pada pukul 14.45 Wita dan 14.50 Wita. Dua korban terakhir tersebut berjenis kelamin perempuan,” terangnya.
Lebih lanjut, saat ini Tim DVI Polda Kalimantan Timur telah berhasil melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban. Identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan postmortem, yang diperkuat dengan data primer dan data sekunder dari tiga korban tersebut.
Setelah dilakukan proses identifikasi, jenazah Nani dan Nur Lina rencananya akan dipulangkan ke Parepare, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan.
Sedangkan, satu korban meninggal lainnya, Idham Rapi, warga Kabupaten Berau, juga akan diberangkatkan melalui jalur udara. Seluruh jenazah dijadwalkan diberangkatkan pada Rabu (28/1/2025).
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penanganan lanjutan serta pendalaman terkait penyebab insiden kapal KM Dharma Kartika IX di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















