Pranala.co, SANGATTA – Operasi Patuh Mahakam 2025 yang digelar Polres Kutai Timur (Kutim) selama dua pekan, dari 14 hingga 27 Juli, mencatat sebanyak 557 pelanggaran lalu lintas. Mirisnya, mayoritas pelanggar adalah anak muda, termasuk pelajar.
Hal ini diungkapkan langsung Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, dalam konferensi pers di Mapolres Kutim, Rabu (30/7/2025).
“Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Harapannya tercipta situasi yang aman, tertib, dan lancar di jalan raya,” ujarnya.
Dari total pelanggaran, rentang usia pelanggar terbanyak antara 20 hingga 30 tahun. Bahkan, sebagian besar pelanggar berasal dari kalangan pelajar dan remaja.
Kondisi ini membuat Polres Kutim semakin fokus pada pendekatan preemtif dan preventif. Mulai dari sosialisasi lewat media online, pemasangan spanduk, pembagian flyer, hingga penyuluhan langsung ke sekolah-sekolah dan komunitas otomotif.
“Kami intensifkan edukasi kepada generasi muda agar paham pentingnya keselamatan di jalan,” kata Fauzan.
AKBP Fauzan juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga dan mengawasi anak-anak mereka, terutama dalam hal penggunaan kendaraan.
“Anak-anak seharusnya tidak diizinkan berkendara jika belum cukup umur dan belum memiliki SIM. Ini demi keselamatan mereka sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Kutim AKP Rezky Nur Harismeihendra menambahkan bahwa dari seluruh wilayah hukum Kutim, Sangatta Utara mencatat 80 persen pelanggaran selama operasi berlangsung.
“Ini jadi fokus kami ke depan. Edukasi akan terus kami lakukan, bahkan setelah Operasi Patuh selesai,” ujarnya.
Meskipun edukasi jadi prioritas, Polres Kutim tetap akan menjalankan penegakan hukum secara rutin. Tidak hanya saat momen Operasi Patuh, tapi juga di hari-hari biasa.
“Kami akan terus melakukan tindakan. Baik itu dalam bentuk peringatan, maupun penilangan jika diperlukan,” tambah Rezky.
Ia mengimbau agar masyarakat, terutama kaum muda, selalu menaati aturan lalu lintas demi menciptakan zona berkendara yang aman, tertib, dan nyaman di Kutai Timur. (HAF)















