BALIKPAPAN, Pranala.co — Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali dilakukan Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltim dengan berbuka puasa bersama pengurus dan anak-anak Panti Asuhan Nurul Iman Balikpapan, Rabu (18/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, panti asuhan menerima bantuan berupa sembako, kebutuhan anak-anak panti, serta satu unit mesin cuci yang diserahkan langsung oleh Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kaltim, AKBP Kadek Adi Budi Astawa, bersama anggota Subdit III Tipidkor Polda Kaltim yang turut hadir.
Ketua Panti Asuhan Nurul Iman Balikpapan, Syaiful Ishaq, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan jajaran Tipidkor Polda Kaltim.
“Kami banyak berterima kasih kepada Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kaltim, Bapak AKBP Kadek Adi Budi Astawa beserta keluarga besar Subdit III Tipidkor Polda Kaltim. Selama ini mereka telah banyak membantu kami, sehingga seluruh kegiatan dalam mengasuh dan membina anak-anak bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Panti asuhan yang berdiri sejak 2008, menurutnya, saat ini menampung 41 anak, dengan 16 di antaranya masih berusia balita. Rentang usia anak di panti tersebut cukup beragam, mulai dari satu tahun hingga 28 tahun.
Syaiful menjelaskan, pembinaan di panti tidak hanya berfokus pada pendidikan umum, tetapi juga pendidikan agama. Khususnya, hafalan Al-Qur’an menjadi prioritas utama dalam pembentukan karakter anak.
“Hafalan Al-Qur’an ini menjadi penopang psikologis bagi anak-anak yang memiliki permasalahan, sehingga mereka bisa menyelesaikan persoalan lingkungannya dengan baik,” jelasnya.
Menurut dia, latar belakang anak-anak yang berbeda-beda menuntut adanya penguatan batin dan jiwa, agar mereka tidak terjebak pada masa lalu dan mampu menatap masa depan dengan optimisme.
“Dengan begitu, mereka bisa berpandangan jauh ke depan untuk meraih kesuksesan,” tambahnya.
Syaiful juga mengungkapkan, sejumlah alumni panti telah berhasil meniti karier di berbagai bidang. Ada yang menjadi polisi, tentara, guru, hingga pekerja buruh.
Lebih jauh, dalam pembinaan di panti ini, pihaknya juga menekankan pembinaan akhlak melalui kajian keislaman yang rutin dilakukan di panti. Di katakannya, pendekatan ini membantu anak-anak memahami jati diri serta tidak menyalahkan masa lalu maupun keadaan yang mereka alami.
“Mereka kami dorong untuk mandiri dan siap menghadapi masa depan. Titik tekan pembinaan di sini adalah akhlak, baik kepada Tuhan melalui salat, kepada Nabi dengan mengikuti sunnah dan bershalawat, kepada sesama dengan menjalin silaturahmi, maupun kepada lingkungan dengan beramal saleh,” paparnya.
Ia berharap, anak-anak yang keluar dari panti nantinya memiliki kemampuan dan kesiapan untuk bergaul di tengah masyarakat serta mampu memberikan kontribusi positif.
Kendati demikian, Syaiful mengakui bahwa pembinaan tersebut tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dari berbagai pihak. “Kami menyadari, rencana ini tidak bisa berjalan dengan baik tanpa bantuan material dari masyarakat, serta dukungan moril yang terus menguatkan,” terangnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















