PRANALA.CO - Permasalahan antrean panjang kendaraan pengisi bahan bakar masih belum terpecahkan. Bahkan jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum alias SPBU di Bontang masih terbilang minim.
Saat ini hanya ada empat SPBU aktif di Bontang, Kalimantan Timur. Mulai dari Akawy, Kopkar PKT, Tanjung Laut, dan Kilometer Tiga. Satu SPBU yakni Bolumbuen di KS Tubun juga mulai perlahan beroperasi.Melihat kondisi itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Bontang, Moch Arif Rochman mejelaskan diperlukan satu SPBU tambahan lagi.
Ia meminta kepada pengusaha yang tertarik di bidang penjualan bahan bakar untuk melirik potensi itu. “Tentunya ini butuh peran swasta,” terangya.
Tak hanya itu, Pemkot Bontang pun juga berkoordinasi dengan Pertamina agar mau membangun SPBU di Kota Taman.
Pasalnya di daerah lain pertamina melakukan langkah serupa. Berdasarkan kalkulasi luasan wilayah dan populasi penduduk, jumlah SPBU di Bontang lebih sedikit dibandingkan PPU.
“Kami akan sampaikan untuk mendorong pertamina membangun SPBU,” ungkapnya.
Dengan adanya penambahan ini otomatis konsumen memiliki banyak pilihan untuk membeli. Alhasil antrean pun terpecah.
Akan tetapi penambahan jumlah SPBU ini juga berkaitan dengan kuota bahan bakar minyak (BBM) yang diperoleh daerah. Khususnya kuota BBM bersubsidi yang kini terdapat antrean panjang. Baik solar maupun pertalite.
Kini PT Pertamina telah mencabut status dalam pengawasan terhadap dua SPBU yakni Akawy dan Kopkar. Setelah diduga terdapat praktik kongkalikong dengan pengetap. Namun demikian antrean panjang masih terjadi khususnya di sekitar area SPBU. (*)















