Tenggarong, PRANALA.CO – Seekor ular cobra terlihat merayap masuk ke area permukiman warga di Desa Muara Kaman Ilir, RT 10, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis, 17 April 2025, sekira pukul 16.00 WITA. Kejadian tak terduga ini langsung mengundang kepanikan warga yang khawatir akan keselamatan mereka, terutama anak-anak.
Menyadari potensi bahaya dari ular berbisa tersebut, warga segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kutai Kartanegara (Kukar). Tak lama berselang, empat petugas dari Pos Sektor Muara Kaman — Muhamad Riski, M. Nur Hidayah, M. Rizky Arsyanda, dan Supriyanto — meluncur ke lokasi menggunakan perahu ketinting.
Namun, pencarian pertama yang dilakukan petugas belum membuahkan hasil. Ular yang sempat terlihat menghilang entah ke mana. Petugas pun memutuskan kembali ke pos sembari tetap bersiaga.
Tak disangka, sekira pukul 17.22 WITA, ular tersebut kembali menampakkan diri di lokasi yang sama. Laporan kedua dari warga segera ditindaklanjuti. Dengan perlengkapan lengkap, termasuk dua stik penangkap ular, tim kembali bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Proses evakuasi berlangsung menegangkan. Salah satu stik penangkap sempat patah di tengah upaya pengamanan, namun hal itu tak menyurutkan semangat tim. Berbekal koordinasi yang solid dan kerja sama dari warga sekitar, ular berhasil ditangkap dengan aman.
“Kendala teknis tak menyurutkan semangat tim untuk menuntaskan tugas. Evakuasi berhasil dilakukan berkat kerja sama yang baik antara petugas dan warga,” ujar Kepala Dinas Damkartan Kukar, Fida Hurasani, saat dikonfirmasi, Sabtu (19/4/2025).
Aksi sigap dan berani petugas Damkar Kukar menuai apresiasi luas dari masyarakat. Keberhasilan ini bukan hanya menunjukkan profesionalisme mereka dalam menghadapi ancaman hewan liar, tetapi juga bukti nyata komitmen untuk menjaga keselamatan warga.
Dengan kejadian ini, warga Muara Kaman diimbau tetap waspada dan segera melapor jika menemukan keberadaan hewan berbahaya di lingkungan mereka. Langkah cepat bisa mencegah potensi bahaya yang lebih besar. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















