Wali Kota Bontang Tes Cepat Covid-19, Hasilnya Negatif

oleh -
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni melakukan tes cepat di Rujab Wali Kota, Ahad (29/3). (Dok Pribadi)

WALI KOTA Bontang, Neni Noerniaeni melaksanakan Rapid test Corona COVID-19 pertama di Rujab Wali Kota, Ahad (29/3). Hasilnya negatif. “Tes cepat atau rapid test virus corona idealnya dilakukan dua kali. Nanti besok lanjut tes lagi,” kata Neni dikonfirmasi.

Neni tak sendiri. Alat tes rapid yang hanya tersedia 80 buah dari Pemerintah pusat ini juga dilakukan kepada tenaga medis dan tim Dinas Kesehatan (Diskes). Rinciannya, 32 orang dari tenaga medis di RSUD Taman Husada Bontang semua negatif. Pun, 15 orang Tim Diskes Bontang, negatif.

“Pasien juga 3 orang negatif, 16 ODP juga negatif. Termasuk 2 orang dari Itjima Ulama, juga hasilnya negatif. Total ada 60 orang dites semua negatif,” beber Neni.

Lanjut dokter spesialis kandungan ini, tes cepat dilakukan dengan memeriksa darah untuk melihat antibodi yang muncul jika seseorang terserang virus penyerang saluran pernafasan SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Namun, jika belum ada gejala, tes cepat dapat menunjukkan hasil negatif karena antibodi tersebut belum keluar. Kondisi ini sering disebut dengan hasil negatif palsu. Dalam jangka waktu satu pekan setelah tes pertama, seandainya terserang Covid-19, tubuh sudah mengeluarkan antibodi yang dapat dilihat melalui alat uji cepat.

Kalau negatif, tubuh tetap tidak memproduksi antibodi tersebut. Itulah yang menjadi alasan pemerintah menyarankan agar tes cepat dilakukan dua kali.

Neni bilang, minimnya alat tes cepat tersebut membuat tim terbatas bergerak. Alat yang tersedia dari pusat pun hanya diprioritaskan bagi tenaga medis dan garda terdepan memerangi Covid-19.

Langkah inisiatif pun dilakukan Pemkot. Yakni, memesan 1.000 buah Rapid Test. Jika tak ada halangan awal April akan segera datang. “Kita pesan 1.000 buah rapid test. Mudahan semua bisa dites,” tegas Neni.

Dia pun selalu mewanti-wanti warga Bontang. Selepas melakukan perjalan luar kota, masyarakat juga diminta melakukan langkah antisipatif awal, seperti: membuka alas kaki dan menyemprotkan semua barang bawaan menggunakan desinfektan. Serta membuang barang bawaan yang tidak perlu. Semisal nota, bekas minum, dan lain sebagainya.

Tiba di rumah, usahakan tidak menyentuh apapun. Selekasnya membersihkan diri dengan air mengalir dan sabun. Tanggalkan semua pakaian yang dikenakan kala perjalanan. Usahakan pakaian tersebut segera dicuci menggunakan deterjen.

Selanjutnya ialah menyapa keluarga namun tetap menjaga jarak minimal 1 menter. Warga yang baru dari luar kota diminta tidak melakukan kontak dengan orang lain, dan harus mengisolasi diri di rumah selama 14 hari. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.