Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kaltim Tembus 40 Persen

Ilustrasi vaksin Covid-19.

pranala.co – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi menyebutkan penyuntikan vaksin pertama bagi warga Kaltim telah mencapai 40 persen dari target herd immunity sekitar 70 persen penduduk Benua Etam. Sementara untuk vaksin yang kedua mencapai 20 persen.

“Pemprov berterima kasih kepada masyarakat yang antusias ingin mendapatkan vaksin, ini tentu sangat luar biasa,” kata Hadi dalam akun Instagram Pemprov Kaltim,” dikutip Senin, (27/9).

Hadi memberikan apresiasi bagi pihak penyelenggara vaksinasi telah membantu program pemerintah dalam percepatan vaksinasi di Kaltim. Pemprov terus mendorong berbagai pihak untuk menggelar vaksinasi demi mempercepat herd immunity di Kaltim. Terlebih, kasus COVID-19 terus melandai dan banyak pasien terpapar virus sudah sembuh.

“Mudah-mudahan program vaksinasi berjalan lancar dan sukses, sehingga masyarakat Kaltim bisa mencapai target herd immunity,” tandasnya.

Meskipun begitu, Hadi tetap mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak kendor serta lalai melaksanakan protokol kesehatan.

“Kita harapkan masyarakat selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih yang dibarengi disiplin protokol kesehatan. Sekali lagi jangan kendor melaksanakan 5M,” harapnya.

Kominfo Turunkan 2.160 Konten Hoaks Seputar Vaksin Covid-19 di Media Sosial

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus melaporkan temuan hoaks seputar vaksin covid-19. Hingga Senin (27/9) terdapat 340 temuan hoaks yang tersebar di berbagai media sosial dan sebarannya mencapai 2.160 konten. Sebaran hoaks paling banyak ditemukan di Facebook. Di sana terdapat 1.982 konten hoaks seputar vaksin covid-19.

Sementara Twitter berada di posisi kedua. Dalam catatan Kementerian Kominfo ada 105 sebaran hoaks soal vaksin covid-19 di platform ini. Situs berbagi video, seperti YouTube dan TikTok juga tak luput dari sasaran hoaks. Tercatat, ada 43 hoaks di YouTube dan 19 di TikTok.

Lalu 11 sebaran hoaks sisanya ditemukan Kementerian Kominfo berada di Instagram. Pihak Kementerian Kominfo sudah melakukan takedown kepada semua informasi hoaks tersebut. **

 

 

Penulis: Junaidi

More Stories
Bikin Bangga, Dewan Rela Patungan untuk Biaya Evi Liga Dangdut Indosiar