Samarinda, PRANALA.CO – Setiap tahun ajaran baru, orangtua dihadapkan pada pertanyaan penting: kapan waktu yang tepat memasukkan anak ke TK alias Taman Kanak-kanak? Banyak yang berpatokan pada usia, namun tak sedikit yang belum memahami bahwa kesiapan anak masuk TK bukan semata soal angka di KTP.
Berdasarkan ketentuan terbaru dari Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 dan informasi dari laman Kemendikdasmen, Senin (21/4/2025), batas usia masuk TK memang sudah jelas. Untuk TK Kelompok A, anak harus berusia minimal 4 tahun dan maksimal 5 tahun. Sementara untuk TK Kelompok B, usia anak minimal 5 tahun dan maksimal 6 tahun.
Namun, apakah semua anak usia empat atau lima tahun otomatis siap duduk di bangku TK? Ternyata tidak. Di balik angka usia, ada hal yang jauh lebih penting: kesiapan perkembangan anak. Ini yang sering kali luput dari perhatian.
Menurut Kemendikdasmen, anak-anak butuh waktu sekitar satu minggu untuk beradaptasi di lingkungan TK. Mereka akan belajar bermain bersama, mengenal guru, hingga mulai memahami rutinitas harian.
Tapi, bila dalam dua minggu anak masih belum mampu membaur dan hanya jadi penonton teman-temannya, orangtua disarankan segera berkonsultasi dengan guru atau psikolog.
Ciri Anak Siap Masuk TK
Sebuah panduan dari Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kalimantan Selatan merinci sembilan perilaku penting yang bisa jadi acuan bagi orangtua. Jika anak Anda menunjukkan sebagian besar dari ciri-ciri ini, besar kemungkinan ia sudah siap masuk TK:
- Dapat meniti – kemampuan motorik kasar yang baik menunjukkan keseimbangan tubuh anak sudah berkembang.
- Bisa memegang alat tulis dengan benar – saat menggambar atau menulis, anak mulai terlihat koordinasi tangannya.
- Mampu fokus pada benda kecil – misalnya saat menyusun balok atau mengancingkan baju.
- Sudah bisa menggambar dengan makna – coretan mulai membentuk objek seperti orang, mobil, atau rumah.
- Tidak terlalu bergantung pada orangtua – berani menyapa orang lain dan tidak lengket terus saat berada di luar rumah.
- Mulai mandiri dan bertanggung jawab – seperti bisa makan sendiri atau membereskan mainan.
- Bisa berkonsentrasi lebih lama – terlihat tekun ketika sedang bermain atau melakukan aktivitas.
- Mau berbagi dan bermain bersama teman – anak sudah mampu bekerja sama dalam kegiatan kelompok.
- Senang bertanya dan berbicara – pertanyaan anak makin kompleks, bukan hanya “apa” tapi sudah berkembang ke “mengapa”.
Kesiapan masuk TK juga bisa dilihat dari motivasi belajar anak. Ini bukan berarti anak harus bisa membaca atau berhitung sejak dini. Lebih penting adalah kemauan dan rasa ingin tahu mereka terhadap hal-hal baru. Semakin tinggi rasa percaya dirinya, semakin besar pula semangat anak untuk belajar hal baru.
Sayangnya, tak sedikit orangtua yang merasa tertekan karena lingkungan sekitar. Ada semacam perlombaan tak tertulis tentang siapa anak yang lebih dulu masuk sekolah. Padahal, setiap anak tumbuh dalam waktunya sendiri.
Menentukan kapan anak siap masuk TK bukanlah tentang siapa yang lebih cepat, tetapi siapa yang lebih siap. Maka dari itu, pahamilah tanda-tanda kesiapan anak, bukan hanya tanggal lahirnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















