Pranala.co, SAMARINDA — Pasar kerja di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan dinamika yang relatif stabil pada akhir 2025. Meski jumlah angkatan kerja bertambah, partisipasi tenaga kerja justru sedikit menurun. Data ini mencerminkan tantangan sekaligus peluang dalam pengelolaan ketenagakerjaan di daerah.
Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, jumlah angkatan kerja di Kaltim tercatat sebanyak 2.079.441 orang. Angka tersebut meningkat 2.028 orang dibandingkan Agustus 2025. Namun, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami penurunan sebesar 0,50 persen poin.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Mas’ud Rifai, menjelaskan bahwa pada periode yang sama jumlah penduduk bekerja mencapai 1.971.374 orang, atau bertambah 1.635 orang dibandingkan Agustus 2025.
Hasil Sakernas menunjukkan bahwa struktur ketenagakerjaan di Kalimantan Timur masih didominasi sektor-sektor utama. Tiga lapangan usaha dengan kontribusi tenaga kerja terbesar adalah Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor sebesar 18,38 persen.
Posisi berikutnya ditempati sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi 15,45 persen, disusul Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,20 persen.
Dari sisi status pekerjaan, penduduk bekerja pada November 2025 paling banyak berstatus buruh, karyawan, atau pegawai, yakni 54,06 persen. Sementara itu, proporsi paling kecil berasal dari pekerja bebas di sektor pertanian, yang hanya 1,18 persen.
Mas’ud Rifai mengungkapkan, dibandingkan Agustus 2025, beberapa status pekerjaan mengalami peningkatan. Buruh/karyawan/pegawai naik 1,22 persen poin, pekerja bebas di sektor nonpertanian meningkat 0,97 persen poin, serta kelompok berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga tanpa upah naik 0,53 persen poin.
Pada periode yang sama, jumlah pekerja formal di Kalimantan Timur tercatat sebanyak 1.142.203 orang atau 57,94 persen, sedangkan pekerja informal sebanyak 829.171 orang atau 42,06 persen. Persentase pekerja formal meningkat 1,16 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Dari sisi pendidikan, kualitas dan produktivitas tenaga kerja di Kalimantan Timur masih didominasi oleh penduduk bekerja dengan pendidikan menengah, yang mencapai 45,76 persen. Rinciannya, lulusan SMA sebesar 30,57 persen dan SMK 15,20 persen.
Sementara itu, penduduk bekerja dengan pendidikan SD ke bawah tercatat 21,43 persen, SMP 13,83 persen, Universitas 15,65 persen, serta Diploma I, II, dan III sebesar 3,32 persen.
BPS Kaltim juga mencatat perbaikan dari sisi jam kerja. Persentase setengah pengangguran pada November 2025 turun menjadi 4,33 persen, atau berkurang 1,33 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Adapun pekerja paruh waktu tercatat 15,82 persen, turun 4,20 persen poin.
Secara umum, sebagian besar tenaga kerja di Kalimantan Timur bekerja sebagai pekerja penuh waktu dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu. Pada November 2025, jumlahnya mencapai 79,85 persen atau sekitar 1.574.167 orang. (SON)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















