Pranala.co, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus bergerak menekan angka stunting. Salah satu langkah yang diambil adalah menjalankan program minum susu dan makan buah gratis.
Program ini menyasar kelompok rentan. Mulai dari ibu hamil, balita, hingga anak sekolah.
“Program ini sudah berjalan untuk mendorong perbaikan gizi anak dan ibu hamil di Kutai Timur,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, Senin (19/1/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur. Pelaksanaannya melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Dinas Kesehatan menjadi motor utama. Namun pelaksanaannya tidak sendiri. Penyaluran susu gratis dilakukan melalui posyandu dan sekolah-sekolah. Sementara buah dibagikan sebagai pendamping asupan gizi harian.
Hingga awal 2026, ribuan warga telah merasakan manfaatnya. Anak-anak menjadi sasaran utama. “Gerakan minum susu kami fokuskan untuk anak sekolah. Pembagiannya dilakukan sekali dalam sepekan,” ujar Yuwana.
Untuk teknis di lapangan, Dinkes Kutim menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pihak sekolah dilibatkan langsung dalam penyaluran dan pengawasan.
Tujuannya satu. Agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar dikonsumsi oleh anak-anak.
Selain itu, program ini juga melibatkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim. Fokusnya pada keluarga yang masuk kategori berisiko stunting.
Pendampingan gizi dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya untuk memperbaiki, tetapi juga menjaga asupan gizi anak.
“Bersama dinas terkait, kami menyalurkan program ini untuk memperbaiki dan mempertahankan gizi anak-anak di Kutai Timur,” tutup Yuwana. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















