Pranala.co, SAMARINDA – Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie alias RSUD AWS Samarinda menargetkan pelaksanaan operasi transplantasi ginjal pertama di Kaltim pada akhir 2025.
Langkah ini disebut sebagai lompatan besar dalam pelayanan kesehatan rujukan daerah, karena masyarakat tak lagi harus dirujuk ke luar provinsi untuk menjalani prosedur medis tersebut.
Direktur RSUD AWS, dr. Indah Puspita Sari, mengatakan program transplantasi ginjal telah disiapkan secara bertahap sejak dua tahun terakhir.
Persiapan dimulai dari penguatan sumber daya manusia, meliputi dokter spesialis, perawat, hingga tim pendukung. Semua tenaga medis tersebut mendapatkan pelatihan khusus tentang prosedur transplantasi ginjal.
“Seluruh aspek kami siapkan dengan matang agar pelaksanaannya berjalan aman, efektif, dan sesuai regulasi,” kata dr. Indah, Selasa (28/10/2025).
Selain SDM, rumah sakit juga memperbarui sarana dan prasarana. Mulai dari renovasi ruang operasi, ruang perawatan khusus, hingga pengadaan peralatan medis standar nasional.
Menurut dr. Indah, etika dan keamanan pasien menjadi perhatian utama. Untuk mencegah penyalahgunaan atau perdagangan organ, RSUD AWS menerapkan sistem verifikasi ketat bagi pendonor dan penerima ginjal.
“Hanya donor yang memiliki hubungan keluarga sedarah yang bisa diterima. Semua proses akan melalui review tim etik dan advokasi rumah sakit,” jelasnya.
Dari sisi biaya, layanan transplantasi ginjal di RSUD AWS akan terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.
Pemeriksaan awal dan skrining dilakukan secara mandiri, tetapi seluruh rangkaian operasi dan perawatan lanjutan ditanggung BPJS sesuai ketentuan.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan akses layanan yang lebih terjangkau bagi pasien gagal ginjal di Kaltim.
Selama ini, pasien gagal ginjal yang membutuhkan transplantasi harus dirujuk ke rumah sakit besar di luar pulau, seperti Jakarta atau Surabaya.
Dengan hadirnya layanan transplantasi ginjal di Samarinda, pasien kini dapat menjalani perawatan lebih cepat, dekat, dan efisien.
“Ini adalah langkah penting untuk mewujudkan layanan kesehatan tingkat lanjut di Kaltim. Kami ingin meningkatkan kualitas hidup pasien dan memberi mereka harapan baru,” tutur dr. Indah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur turut memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
Transplantasi ginjal di RSUD AWS menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan unggulan daerah, sekaligus menekan biaya rujukan keluar daerah yang selama ini cukup besar.
RSUD AWS optimistis seluruh persyaratan teknis, regulatif, dan sumber daya dapat terpenuhi sehingga transplantasi ginjal perdana bisa dilaksanakan sesuai target pada akhir 2025. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















