BERAU, Pranala.co — Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Sumadi, mendorong pemerintah daerah melakukan penataan kawasan wisata kuliner secara menyeluruh. Langkah ini dianggap penting untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Politisi asal Berau ini menyoroti koordinasi yang masih lemah antara pemerintah dengan para pedagang dalam pengelolaan kawasan kuliner. Menurutnya, pengembangan sektor ekonomi daerah tidak dapat bertumpu pada sektor utama semata, melainkan perlu memperhatikan potensi lain seperti perkebunan dan usaha kuliner.
“Begitu juga kuliner termasuk yang kita suarakan terkait penataannya,” ujar Sumadi, Senin (16/3/2026).
Sumadi menjelaskan, sektor kuliner memiliki peluang besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, penataan kawasan kuliner perlu dirancang secara matang agar mampu menampung lebih banyak pedagang sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah mempertimbangkan perluasan kawasan wisata kuliner. Distribusi lokasi yang lebih merata diharapkan mencegah aktivitas perdagangan terpusat di satu titik saja.
“Maka dari itu kami menyarankan agar kawasan wisata kuliner diperlebar dan yang terpenting ada distribusinya. Ini yang harus kita tingkatkan,” terangnya.
Dengan distribusi yang merata, para pedagang dianggap dapat memperoleh kesempatan setara untuk mengembangkan usahanya. Kawasan kuliner yang tertata rapi juga diproyeksikan mampu meningkatkan daya tarik wisata di Kabupaten Berau.
Meski demikian, Sumadi menegaskan bahwa penataan kawasan kuliner tidak boleh dilakukan secara sepihak. Pemerintah wajib mempertimbangkan kondisi para pedagang sebelum mengambil kebijakan.
“Jangan sampai mereka yang berjualan dilarang oleh pemerintah tapi belum ada solusi yang dihadirkan,” pungkasnya. (ADS/DPRD BERAU)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















