Bontang, PRANALA.CO – Suasana Aula SD1 YPK Bontang, Senin (28/4/2025), terasa berbeda. Puluhan siswa beserta tenaga pendidik berkumpul mengikuti sosialisasi Program Wajib Belajar (WAJAR) yang dipaparkan langsung Lurah Belimbing, Dwi Andriyani.
Program WAJAR ini merupakan bagian dari program unggulan 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, mengacu pada Peraturan Wali Kota Bontang Nomor 8 Tahun 2008.
Isinya mengatur seluruh siswa jenjang pendidikan dasar hingga menengah untuk melakukan aktivitas belajar di rumah mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WITA, setiap Senin sampai Jumat, kecuali hari libur nasional dan libur akademik.
Sebelum pemaparan dimulai, acara diawali dengan sebuah penampilan menarik. Aulia Zaliyanti, salah satu siswi SD1 YPK yang masuk 10 besar lomba Story Telling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, membawakan kisah “Pulau Beras Basah” yang memukau seluruh hadirin.
Kaur Ekstrakurikuler SD1 YPK, Ni Komang Supartini, menyambut baik pencanangan Program WAJAR di sekolah mereka. Ia berharap program ini dapat berjalan dengan dukungan semua pihak, terutama orangtua siswa.
Dalam paparannya, Lurah Belimbing, Dwi Andriyani menegaskan pentingnya keterlibatan orangtua untuk menyukseskan program ini.
“Kami harap sosialisasi ini bisa diteruskan kepada orangtua. Peran orangtua dan guru sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan optimal di rumah,” ujar Dwi Andriyani.
Sosialisasi semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Para siswa antusias melontarkan pertanyaan. Mereka bertanya, bagaimana bila diajak makan di luar bersama keluarga pada jam belajar, bagaimana jika ada kegiatan ibadah, atau jika harus mengikuti les tambahan.
Dengan sabar, Lurah Belimbing menjawab satu per satu, menegaskan bahwa fleksibilitas tetap diperhatikan selama ada komunikasi dan tanggung jawab dari siswa maupun orangtua.
Di penghujung acara, Lurah Belimbing bersama jajaran manajemen dan tenaga pendidik SD1 YPK Bontang menegaskan komitmen bersama untuk mendukung pelaksanaan program Wajib Belajar ini.
“Kami yakin, dengan kerja sama semua pihak, kualitas pendidikan informal di Kota Bontang akan semakin meningkat,” tutup Lurah Belimbing Dwi Andriyani. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















