Pranala.co, BONTANG – Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) sedang membangun diri sebagai kota cerdas. Tapi kejadian ini justru jadi tamparan. Enam unit server milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) rusak karena atap ruang server bocor.
Air hujan menetes langsung ke rak server, membuat sistem elektronik Pemkot Bontang lumpuh sementara. Insiden itu terjadi Rabu, 16 Juli 2025, dan langsung berdampak pada layanan digital yang selama ini menopang program Smart City.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
“Saya sedih sekali. Masa kota digital kok begini? Server rusak hanya karena atap bocor,” kata Neni saat ditemui di area parkir Bontang City Mall, Selasa (22/7/2025).
Baginya, kejadian ini tidak bisa dianggap sepele. Sebagai kota yang ingin maju secara digital, seharusnya infrastruktur dasar seperti pusat data dijaga dengan serius.
Wali Kota Neni menyebut ruang server saat ini masih berada di bangunan sementara. Kondisinya jauh dari standar. Ia bahkan menilai ruang server itu kotor, bau, dan toilet pun tidak terawat.
“Kalau kita serius menuju Smart City, ya jangan pakai gedung darurat. Server itu jantungnya sistem kota,” ujarnya tegas.
Sebagai solusi, Neni telah mengusulkan pembangunan gedung pusat data yang terintegrasi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Sudah saya masukkan. Ke depan harus ada gedung yang aman, bersih, dan mendukung layanan digital kita,” tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, Diskominfo Bontang belum memberikan laporan resmi terkait insiden tersebut. Meski perbaikan darurat disebut sudah dilakukan, Neni menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh.
“Ini bukan soal server saja. Ini soal keseriusan kita membangun Bontang sebagai kota cerdas,” tutupnya.
















