Sempat Ditutup 46 Hari, Jembatan Mahkota II Samarinda Akhirnya Dibuka

  • Whatsapp
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengecek lokasi Jembatan Mahakam II Samarinda beberapa waktu lalu. (dok)

SAMARINDA – Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya kembali dibuka untuk umum. Jembatan ini sempat ditutup selama 46 hari menyusul pergeseran pylon jembatan.

Penggunaan jembatan ini masih terbatas peruntukan kendaraan bertonase kecil serta terlarang untuk kendaraan besar seperti truk dan tronton.

Bacaan Lainnya

“Pembukaan akses keluar dan masuk Jembatan Mahkota II ini berdasarkan arahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” kata Wali Kota Samarinda Andi Harun seperti dilansir dari rilis resmi Pemkot Samarinda, Rabu (9/6).

Petunjuk dari pusat tersebut tertuang dalam surat. Andi Harun bilang dalam poin kelima disebutkan, mempertimbangkan hasil pengukuran deformasi, analisis struktur, dan perbaikan retak yang telah dilakukan, maka Jembatan Mahkota II boleh dibuka kembali. Meski demikian, ada juga catatan penting dari kementerian.

Misalnya saja rutin melakukan monitoring deformasi secara berkala. Tak hanya memberikan akses kembali, Jembatan Mahkota II juga bakal bersalin penyebutan. Nama dari Achmad Amin, mantan wali kota Samarinda dipilih menggantikan.

Insyaallah besok jam 11.30 siang, akan kami resmikan sekaligus makan siang di kisaran jembatan,” terang Andi.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim dua periode ini menambahkan, kendati sudah dibuka untuk umum, tetapi yang boleh lalu lalang hanya kendaraan pribadi, seperti roda dua dan roda empat saja. Lebih dari itu belum diizinkan.

“Kendaraan dengan muatan beban seperti mobil barang dan truk untuk sementara masih belum bisa melintas di jembatan ini,” timpalnya.

Dia menambahkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda bisa menyosialisasikan dengan membuat plang dan road barier agar akses jembatan hanya bisa dilintasi dengan kendaraan yang memenuhi syarat saja.

“Intinya open traffic akan berlaku bagi semua kendaraan jika BWS (Balai Wilayah Sungai, Red) Kalimantan sudah menyelesaikan pekerjaannya untuk memperbaiki longsoran akibat amblesnya tanah urukan di kisaran jembatan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait