Selain Belajar Daring, Sekolah di Penajam Laksanakan Home Visit

Seorang guru di PPU melaksanakan belajar di rumah salah satu wali murid. Home visit ini diikuti tak lebih 6 pelajar.

MASA pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir. Dunia pendidikan ikut terimbas. Kegiatan belajar mengajar pun tak bisa dilaksanakan tatap muka di sekolah. Di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur pelaksanaan pendidikan bukan hanya lewat daring, tapi juga home visit bagi peserta didik baru (PDB).

“Peserta didik di PPU selain mendapatkan pelajaran dengan sistem daring juga bisa mengikuti home visit atau kunjungan pengajar ke rumah siswa atau tempat yang disepakati dengan tetap menaati protokol kesehatan selama pandemik COVID-19 ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Alimuddin, Senin (20/7).

Kata dia, Home visit ini ditujukan bagi PDB khususnya tingkat pendidikan TK dan SD. Filosofinya atau tujuan untuk membangun psikologi anak bahwa mereka telah menjadi peserta didik serta membangun motivasi untuk belajar sebagai murid sekolah.

Dia juga menekankan pentingnya dalam proses belajar kehadiran guru bagi peserta didik, tetapi upaya yang bisa dilakukan sementara ini hanya melalui home visit bukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Kita akui dalam memberikan pengajaran kepada siswa baru khusus TK dan SD perlu ada sentuhan langsung gurunya. Harapannya tujuan filosofi home visit  bisa tercapai sehingga proses belajar dan mengajar dapat berjalan semestinya,” ungkapnya.

Program home visit ini, terangnya, guru memberikan pelajaran langsung kepada siswa di tempat yang disepakati dan tentu dengan persetujuan orangtua. Hingga saat ini dalam proses belajar, pihaknya masih menerapkan protokol kesehatan meskipun para guru melakukan home visit.

“Alhamdulillah dari Kemendibud juga melaksanakan program serupa. Pelaksanaan home visit ini juga berkat saran dari para guru dan kepala sekolah,” ungkapnya.

Mekanisme home visit itu sendiri, tuturnya, adalah para pengajar mempersiapkan materi pembelajaran dan fasilitasnya seperti papan tulis serta materi pelajaran yang diberikan tidak terlalu membebani peserta didik.

Guru memberikan bimbingan langsung bagaimana cara menulis, membaca dan berhitung bagi anak yang baru masuk TK ataupun SD. Adapun jumlah peserta belajarnya dibatasi maksimal 10 orang saja.

“Sebelum home visit dilaksanakan kami telah memberikan pemahaman kepada orangtua siswa. Memang ada sebagian kecil orangtua yang tidak setuju, tetapi kami sarankan untuk mengikuti pembelajaran daring,” tukas Alimuddin.

Hal penting dalam pelaksanaan home visit ini, tegasnya, guru dan peserta belajar harus sehat, tidak menjadi carrier atau pembawa virus corona. Selain itu, tempat belajar pun harus berada di kawasan yang aman dari ancaman COVID-19.

Home visit juga dilakukan untuk pelajar tingkat SMP, tetapi khusus mata pelajaran tertentu dan dibutuhkan pendampingan oleh guru seperti matematika, IPA, dll. Kunjungan juga dilakukan hanya seminggu sekali tergantung situasinya.

Alimuddin mengakui, terkait dengan pelaksanaan daring masih ada beberapa wilayah di PPU masuk dalam kawasan blank spot khususnya daerah pelosok, sehingga para pelajar di wilayah tersebut kesulitan untuk melaksanakan pembelajaran daring.

“Masih ada beberapa wilayah di PPU  yang blank spot tidak tersentuh jaringan komunikasi selain itu sebagai siswa tidak memiliki fasilitas andriod atau tidak mampu membeli kuota internet,” kata Alimuddin.

Namun, ia menegaskan apapun alasannya program pembelajaran daring harus tetap berjalan. Upaya yang dilakukan pihaknya guna mengatasi kendala ini adalah para guru mendatangi orangtua atau siswa untuk memberikan materi pelajaran, dan tugas.

Dia bilang hal ini kebutuhan bukan lagi pilihan, sehingga orangtua siswa harus berpikir menyediakan fasilitas daring tadi. Sementara bagi mereka yang tidak mampu sekarang telah mendapatkan sejumlah bantuan dari pemerintah. Setidaknya bisa menyisihkan dana tadi membeli (handphone) android. Sementara kuota ada beberapa provider komunikasi yang memberikan layanan internet murah. (*)

More Stories
Bunga Kratom asal Kutai Kartanegara Tembus Pasar Amerika