• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Februari 5, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kaltim

Sawit dan Tambang Picu Konflik Agraria, Kaltim Masuk Peringkat Enam Nasional

Suriadi Said by Suriadi Said
19 Januari 2026 | 19:41
Reading Time: 2 mins read
0
Lubang Tambang di Kaltim Tak Masuk AMDAL Wajib Ditutup! Sawit dan Tambang Picu Konflik Agraria, Kaltim Masuk Peringkat Enam Nasional Terkuak! Begini Celah Tambang Ilegal Bermunculan di Kaltim sebelum Era OSS Dugaan Tambang Ilegal di KRUS Samarinda, Polda Kaltim Bergerak

Potret udara aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS). (Sumber Foto: Fahutan Unmul)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Catatan tahun 2025 meninggalkan jejak kelam bagi Kalimantan Timur (Kaltim). Provinsi ini masuk enam besar wilayah dengan konflik agraria terbanyak di Indonesia.

Angkanya tidak kecil. Sedikitnya 19 letusan konflik agraria tercatat sepanjang tahun lalu. Jumlah itu menempatkan Kaltim di peringkat keenam nasional. Data tersebut dirilis Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

PILIHAN REDAKSI

Daya Beli Melemah, Konsumsi Rumah Tangga Kaltim Mulai Melambat

Daya Beli Melemah, Konsumsi Rumah Tangga Kaltim Mulai Melambat

2 Februari 2026 | 21:29
Atasi Konflik Agraria di Kawasan Hutan, ATR/BPN dan Kementerian Kehutanan Kantongi MoU

Atasi Konflik Agraria di Kawasan Hutan, ATR/BPN dan Kementerian Kehutanan Kantongi MoU

30 Januari 2026 | 14:32

Secara nasional, konflik agraria melonjak tajam. Sepanjang 2025, KPA mencatat 341 letusan konflik di 33 provinsi. Luas wilayah yang terdampak mencapai lebih dari 914 ribu hektare.

Dampaknya dirasakan langsung masyarakat. Sebanyak 123.612 keluarga di 428 desa terdampak konflik. Angka itu naik 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sekretaris Jenderal KPA, Dewi Kartika, menilai konflik agraria bukan peristiwa kebetulan. Ia menyebut konflik sebagai bagian dari pola besar penguasaan lahan.

“Konflik agraria bukan efek samping. Ini mekanisme akumulasi. Tanah rakyat dipindahkan dari ruang hidup menjadi aset produksi kapital,” kata Dewi, Senin (19/1/2026).

Menurut dia, berbagai kebijakan pembangunan di Kalimantan mendorong ekspansi besar-besaran. Mulai dari konsesi lahan skala luas, pembukaan hutan untuk perkebunan sawit, proyek ketahanan pangan, hingga pelonggaran perizinan atas nama investasi.

Sektor perkebunan menjadi pemantik utama konflik secara nasional. Sepanjang 2025, tercatat 135 kasus konflik perkebunan dengan luasan lebih dari 352 ribu hektare. Sebanyak 8.734 keluarga terdampak.

Kelapa sawit mendominasi. Ada 74 konflik yang melibatkan perkebunan sawit. Kalimantan menjadi salah satu penyumbang terbesar.

Tak hanya itu. Operasi Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) juga disorot. Dewi menyebut kebijakan tersebut memicu penggusuran dan kekerasan di sejumlah wilayah.

“Sejak dibentuk, Satgas PKH memicu 21 kasus penggusuran di Indonesia. Luasnya mencapai 48 ribu hektare, termasuk di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Di Kalimantan, konflik agraria juga banyak melibatkan korporasi besar. Baik perusahaan swasta maupun milik negara. Di sektor perkebunan, 64 persen perusahaan penyebab konflik merupakan bagian dari grup bisnis raksasa nasional dan internasional.

Nama-nama besar disebut. Mulai dari Royal Golden Eagle, Wilmar, Sinarmas, Salim Group, hingga Jardine Matheson dan Jhonlin Group.

Sementara di sektor pertambangan, situasinya tak kalah serius. Sebanyak 72 persen perusahaan tambang penyebab konflik terafiliasi dengan grup besar seperti Bakrie Group, Sinar Mas, Harum Energy, Kalla Group, hingga sejumlah BUMN.

Konflik di sektor tambang melonjak signifikan. Sepanjang 2025, tercatat 46 kejadian konflik pertambangan. Luas wilayah terdampak hampir 59 ribu hektare. Lebih dari 11 ribu keluarga terdampak.

Sejak 2022, tren konflik tambang terus menanjak. Nikel dan batu bara menjadi sumber sengketa utama.

Dewi juga mengkritik kebijakan moratorium Hak Guna Usaha (HGU) dan perizinan oleh Kementerian ATR/BPN. Menurutnya, moratorium tidak efektif karena tidak disertai penyelesaian konflik lama yang telah mengakar sejak Orde Baru.

Konflik juga merambah sektor fasilitas militer. Sepanjang 2025, terjadi 24 konflik agraria di sektor ini. Angkanya melonjak 300 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kalimantan kembali menjadi target. Terutama untuk program food estate dan perluasan perkebunan sawit biodiesel.

Dampak sosialnya serius. Sepanjang 2025, tercatat 404 orang mengalami kriminalisasi. Sebanyak 312 orang dianiaya. Ada 19 orang tertembak. Satu orang meninggal dunia.

Pelaku kekerasan didominasi aparat keamanan perusahaan. Disusul kepolisian, TNI, dan Satpol PP. Banyak peristiwa terjadi di wilayah konsesi sawit dan tambang di Kalimantan.

“Data ini menunjukkan kuatnya pendekatan militeristik dalam penanganan konflik agraria, terutama di era sekarang,” tutup Dewi. (SON)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: KaltimKonflik Agraria
Previous Post

Abrasi Menggerus Gerbang Maratua Kaltim, Kampung Payung-Payung bakal Direlokasi

Next Post

Tekan Angka Stunting, Pemkab Kutim Jalankan Program Susu dan Buah Gratis

BACA JUGA

Ribuan Truk ODOL Masih Melintas di Kaltim, Polisi Belum Terapkan Tilang AWAS! Mulai Juli, Truk ODOL di Kaltim bakal Ditindak Tegas 80 Truk ODOL di Samarinda Kena Tegur, Tilang Mulai Diterapkan Bulan Depan

Ribuan Truk ODOL Masih Melintas di Kaltim, Polisi Belum Terapkan Tilang

5 Februari 2026 | 08:09
Bus Perusahaan Disorot Warga Sangatta, Begini Penjelasan Dishub Kutim

Bus Perusahaan Disorot Warga Sangatta, Begini Penjelasan Dishub Kutim

4 Februari 2026 | 18:43
Kutai Timur Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana dengan Warning Receiver System

Kutai Timur Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana dengan Warning Receiver System

4 Februari 2026 | 18:40
Simpan Sabu di Bawah Pohon, Pria di Sangatta Utara Ditangkap Polisi

Simpan Sabu di Bawah Pohon, Pria di Sangatta Utara Ditangkap Polisi

4 Februari 2026 | 10:25
Sambut Ramadan, Dishub Kutim Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Bus Karyawan di Sangatta

Sambut Ramadan, Dishub Kutim Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Bus Karyawan di Sangatta

3 Februari 2026 | 17:01
Program Rp250 Juta per RT di Kutim Dikawal Pendamping, Penyaluran Kini Terintegrasi APBDes

Program Rp250 Juta per RT di Kutim Dikawal Pendamping, Penyaluran Kini Terintegrasi APBDes

2 Februari 2026 | 19:58
Next Post
Tekan Angka Stunting, Pemkab Kutim Jalankan Program Susu dan Buah Gratis

Tekan Angka Stunting, Pemkab Kutim Jalankan Program Susu dan Buah Gratis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

1.330 Warga Bontang Terima Rp300 Ribu per Bulan, Disalurkan lewat Bank

1.330 Warga Bontang Terima Rp300 Ribu per Bulan, Disalurkan lewat Bank

30 Januari 2026 | 14:18
Upah Buruh Vendor Semen Tonasa Disoal, DPRD Pangkep Minta Dialog Terbuka

Upah Buruh Vendor Semen Tonasa Disoal, DPRD Pangkep Minta Dialog Terbuka

1 Februari 2026 | 20:37
30 Contoh Kata-Kata Pamit dari Grup Kerja yang Sopan dan Profesional

30 Contoh Kata-Kata Pamit dari Grup Kerja yang Sopan dan Profesional

31 Mei 2025 | 08:50
Jadwal Kapal PELNI Februari 2026, Ini Rute Keberangkatan dari Bontang

Jadwal Kapal PELNI Februari 2026, Ini Rute Keberangkatan dari Bontang

28 Januari 2026 | 20:03
Mobil Boks Hantam Tiang Lampu di Jalan Cipto Mangunkusumo Bontang, Sopir dan Kernet Dilarikan ke Rumah Sakit

Mobil Boks Hantam Tiang Lampu di Jalan Cipto Mangunkusumo Bontang, Sopir dan Kernet Dilarikan ke Rumah Sakit

1 Februari 2026 | 15:42

Terbaru

Musim Hujan dan Ramadan Berpotensi Picu Inflas di Balikpapan

Musim Hujan dan Ramadan Berpotensi Picu Inflas di Balikpapan

5 Februari 2026 | 08:52
Ramp Check Ops Keselamatan Mahakam 2026, Polda Kaltim Temukan Bus Tak Layak Operasi di Balikpapan

Ramp Check Ops Keselamatan Mahakam 2026, Polda Kaltim Temukan Bus Tak Layak Operasi di Balikpapan

5 Februari 2026 | 08:42
Didominasi Generasi Z, Ratusan CPNS Bontang Didorong jadi ASN Digital dan Humanis

Didominasi Generasi Z, Ratusan CPNS Bontang Didorong jadi ASN Digital dan Humanis

5 Februari 2026 | 08:33
Bontang jadi Contoh Daerah Berbasis Riset, Fakultas Teknik UGM Beri Penghargaan

Bontang jadi Contoh Daerah Berbasis Riset, Fakultas Teknik UGM Beri Penghargaan

5 Februari 2026 | 08:27

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved