Bontang, PRANALA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menghidupkan kembali Program Wajar 19-21. Program yang mengatur jam belajar siswa di rumah ini diluncurkan sebagai bagian dari upaya membangun kualitas pendidikan yang terstruktur dan mendukung tumbuh kembang anak-anak.
Program ini menetapkan waktu belajar bagi siswa dari pukul 19.00 hingga 21.00 malam, dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Satpol PP Bontang.
Kepala Satpol PP Kota Bontang, Ahmad Yani, menegaskan bahwa Program 19-21 bukanlah sekadar larangan untuk keluar rumah, melainkan sebuah upaya untuk menciptakan suasana belajar yang lebih terarah dan terukur.
“Ini bukan semata-mata tentang pelarangan, tapi tentang perlindungan. Jam 19-21 adalah bentuk komitmen pemerintah menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi emas Bontang,” ungkap Ahmad Yani, yang ditemui di Hotel Tiara Surya, Jumat (25/4/2025).
Dengan pendekatan berbasis pada konsep human security—di mana fokusnya bukan hanya pada aspek militer atau infrastruktur, tetapi pada kesejahteraan manusia—program ini diyakini akan memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan kota dan bangsa.
“Ketahanan suatu bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas generasinya hari ini. Ketika generasi muda kita unggul, otomatis negara juga kuat,” tambah Yani.
Sejak awal tahun, Pemkot Bontang sudah menggalakkan sosialisasi Program 19-21 melalui berbagai jalur. Mulai dari kantor kelurahan, kepala sekolah, RT, hingga pengurus masjid, semua pihak turut terlibat dalam upaya ini. “Ini program lintas sektoral. Kami bergerak bersama, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat semua dilibatkan,” terang Yani.
Namun, Pemkot Bontang tidak berhenti pada sosialisasi saja. Untuk memastikan program ini berjalan efektif, Pemkot juga menyediakan solusi bagi siswa yang mungkin terkendala dalam proses belajar di rumah. Di antaranya, rumah pos belajar yang dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi, program bedah rumah bagi keluarga kurang mampu, serta pengawasan langsung dari guru dan RT setempat.
“Kami tahu, ada anak yang keluar rumah bukan karena main, tapi karena di rumah tidak ada Wi-Fi, atau suasana tidak kondusif untuk belajar. Ini yang kami intervensi. Pemerintah hadir untuk memberikan solusi,” kata Ahmad Yani.
Dengan langkah-langkah ini, Pemkot berharap agar Program 19-21 tidak hanya menjadi program yang sukses secara administratif, tetapi juga memberikan dampak positif yang nyata bagi perkembangan generasi muda Bontang. Ahmad Yani pun mengajak orang tua untuk berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program ini.
“Ini kesempatan emas bagi anak-anak kita. Jangan sampai terlewat. Pemerintah sudah siapkan fasilitas, sudah siapkan program, tinggal kita sebagai orang tua mau atau tidak mendukungnya. Ayo, kita cetak generasi unggul untuk Bontang yang lebih kuat,” ajaknya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















Comments 3