Pranala.co, BONTANG – Komitmen terhadap keselamatan kerja kembali ditegaskan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui rangkaian kegiatan Safetyval 2026 dalam peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N). Kegiatan yang berlangsung pada 12–15 Februari 2026 itu dikemas secara komprehensif dengan melibatkan karyawan, keluarga besar perusahaan, hingga masyarakat dan pemangku kepentingan di Kota Bontang.
Peringatan BK3N tahun ini mengusung tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Tema tersebut diterjemahkan Pupuk Kaltim dalam semangat internal “Safe in Every Step”, yang menegaskan bahwa keselamatan bukan sekadar program tahunan, melainkan nilai inti yang melekat dalam setiap aktivitas kerja perusahaan.
Ketua BK3N Pupuk Kaltim 2026, Zainal Arifin, menjelaskan rangkaian kegiatan Safetyval dirancang untuk memperkuat pemahaman bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen perusahaan.
Menurutnya, pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus terintegrasi dan melibatkan semua pihak.
“Di Pupuk Kaltim, kami menerjemahkan tema nasional BK3N dalam semangat Safe in Every Step. Artinya, keselamatan harus menjadi pertimbangan utama di setiap langkah kerja. Tidak boleh ada ruang kompromi terhadap keselamatan, baik dalam skala besar maupun kecil,” ujar Zainal.
Edukasi Kesehatan hingga Keselamatan Berkendara
Rangkaian kegiatan Safetyval 2026 diawali dengan seminar kesehatan bertajuk “Start With Snack Exercise: Small Step, Strong Finish.” Seminar ini memperkenalkan konsep snack exercise, yakni gerakan peregangan ringan yang dapat dilakukan di sela aktivitas kerja.
Konsep tersebut mendorong pekerja untuk tetap menjaga kebugaran tanpa harus menunggu waktu khusus untuk berolahraga secara intensif.
Komitmen keselamatan juga diperluas ke masyarakat melalui program Safe Driving Awareness for Community yang menyasar warga Kota Bontang. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan edukasi mengenai potensi risiko kecelakaan lalu lintas, pentingnya penggunaan helm dan sabuk pengaman, serta kedisiplinan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan budaya keselamatan yang tidak hanya berlaku di lingkungan kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Sosialisasi Kesehatan dan Bahaya NAPZA
Selain itu, Pupuk Kaltim turut menggelar sosialisasi pencegahan HIV/AIDS dan tuberkulosis (TB) serta pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) yang menyasar masyarakat dan pelajar di Kota Bontang.
Menurut Zainal, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun lingkungan sosial yang sehat dan produktif.
“Kami percaya ekosistem K3 yang kuat tidak dapat berdiri sendiri. Lingkungan sosial yang sehat juga menjadi faktor penting. Pencegahan HIV/AIDS, TB, serta penyalahgunaan NAPZA adalah bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.
Dalam rangka memperkuat komunikasi publik, perusahaan juga menyelenggarakan sosialisasi dampak industri kepada masyarakat Bontang. Melalui kegiatan ini, warga diberikan pemahaman mengenai proses operasional industri pupuk, potensi risiko yang mungkin muncul, serta sistem pengendalian yang diterapkan perusahaan untuk menjaga keselamatan dan perlindungan lingkungan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan kolaboratif antara perusahaan dan masyarakat dalam menjaga keselamatan serta keberlanjutan lingkungan.
Uji Kesiapsiagaan Tim Penyelamat
Di lingkungan internal perusahaan, peningkatan kompetensi teknis karyawan dilakukan melalui Fire and Rescue Competition (FRC) antar-kompartemen.
Sebanyak 14 tim kompartemen mengikuti simulasi penanganan keadaan darurat kebakaran dan operasi penyelamatan. Para peserta diuji melalui berbagai rintangan yang dirancang menyerupai kondisi lapangan.
Kecepatan, ketepatan, koordinasi tim, serta kemampuan kepemimpinan menjadi aspek penilaian dalam kompetisi tersebut.
Selain itu, literasi keselamatan karyawan juga diperkuat melalui Safety Quiz antar-kompartemen yang dikemas dalam format permainan edukatif interaktif. Kegiatan ini bertujuan menguji sekaligus memperdalam pemahaman karyawan mengenai identifikasi bahaya, penilaian risiko, prosedur kerja aman, hingga penanganan kondisi darurat.
Rangkaian kegiatan Safetyval 2026 ditutup dengan Run to Sustain sejauh 5 kilometer, yang menjadi simbol komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan budaya keselamatan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menekankan pentingnya kebugaran fisik sebagai bagian dari K3, tetapi juga menggambarkan bahwa penerapan budaya keselamatan memerlukan konsistensi dan ketahanan jangka panjang.
Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F Purwanto, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam operasional perusahaan.
Menurutnya, tantangan industri yang semakin kompleks menuntut perusahaan untuk terus memperkuat sistem manajemen K3 berbasis risiko serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.
“Bagi Pupuk Kaltim, keselamatan dan kesehatan kerja adalah landasan utama operasional perusahaan. Tidak ada target produksi yang lebih penting daripada keselamatan manusia,” tegas Purwanto.
Ia menambahkan bahwa prinsip keselamatan harus terintegrasi dalam seluruh proses bisnis perusahaan, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Purwanto menilai Safetyval dalam rangka BK3N bukan sekadar agenda tahunan, tetapi telah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.
“Keberhasilan membangun ekosistem K3 tidak hanya diukur dari nihilnya kecelakaan kerja, tetapi juga dari konsistensi perilaku aman dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ia berharap semangat yang terbangun selama pelaksanaan Safetyval 2026 dapat menjadi energi kolektif untuk terus menjaga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja secara berkelanjutan di lingkungan Pupuk Kaltim. (ADS/PKT)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















