Pranala.co, PENAJAM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan kondisi infrastruktur jalan nasional di poros Penajam Paser Utara (PPU)–Paser semakin mantap. Tingkat kemantapan jalan nasional di jalur strategis tersebut kini telah menembus angka di atas 90 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim, Aji Fitra Firnanda, menyebut capaian itu menjadi indikator penting dalam menjaga konektivitas antarwilayah, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik.
“Capaian kemantapan ini penting untuk memastikan akses tetap lancar, apalagi jalur ini menjadi penghubung kawasan strategis,” ujarnya saat melaporkan kondisi infrastruktur kepada Gubernur dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah PPU–Paser, Rabu (4/3/2026).
Selain jalan nasional, kondisi jalan provinsi di wilayah PPU juga dilaporkan dalam keadaan baik, khususnya ruas menuju Pelabuhan Buluminung. Jalur dari Simpang 3 hingga Simpang 6 sampai ke pelabuhan sepanjang kurang lebih 7 kilometer dinyatakan layak dan mendukung aktivitas logistik.
Akses tersebut memiliki peran penting sebagai simpul distribusi barang dan jasa, termasuk untuk mendukung kawasan industri dan wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pada tahun ini, Pemprov Kaltim juga mengalokasikan pembangunan Jembatan Rico yang direncanakan menghubungkan kawasan Pulau Balang. Jembatan tersebut memiliki bentang utama sepanjang 500 meter, dengan jembatan pendekat sekitar 1 kilometer karena berada di kawasan rawa.
Menurut Aji Fitra Firnanda, terdapat kesiapan dukungan pendanaan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Pemerintah daerah melalui Bupati PPU menyiapkan dana rintisan sebagai bagian dari komitmen bersama.
“Ada kesediaan dari Kementerian PU untuk mendanai. Melalui Bupati PPU, kita menyiapkan dana rintisan,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menyampaikan bahwa pada 2026 dialokasikan anggaran sebesar Rp42 miliar untuk penanganan ruas Penajam–Kademan–Kuaro.
Penanganan efektif akan dilakukan sepanjang 5,17 kilometer, mencakup kegiatan preventif serta rehabilitasi minor. Selain itu, terdapat program rehabilitasi dan perbaikan berkala sejumlah jembatan di jalur tersebut.
BBPJN juga mencatat adanya longsoran di ruas Kuaro–Kademan sepanjang sekitar 7 kilometer akibat penurunan pada sisi bahu jalan. Kondisi ini menjadi perhatian serius dan masuk dalam agenda penanganan prioritas tahun ini.
Pemprov Kaltim berharap konektivitas antarwilayah tetap terjaga dan semakin kuat. Infrastruktur yang mantap dinilai menjadi fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperlancar arus logistik, serta memperkuat akses menuju IKN dan kawasan penyangga. (DIAS/RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















