Pranala.co, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai berpacu dengan waktu. Tahun anggaran 2025 tinggal menghitung pekan, sementara realisasi APBD masih melaju pelan.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviari Noor, menyampaikan bahwa Bupati telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh perangkat daerah. Semua pekerjaan fisik maupun konsultansi harus tuntas paling lambat 22 Desember 2025.
“Ini bukan ajang mencari kelemahan. Rapat evaluasi ini dibuat agar realisasi fisik dan keuangan tetap berada di jalur yang tepat,” ujar Noviari di Sangatta, Rabu (10/12).
Ia menegaskan, bila ada pekerjaan yang belum selesai hingga batas waktu, pembayaran hanya akan dilakukan sesuai progres di lapangan. Tidak ada lagi tambahan waktu pekerjaan melalui addendum kontrak.
Noviari juga meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menghindari kegiatan yang menimbulkan utang, seperti yang pernah terjadi pada 2023 dan 2024.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Pemkab Kutim, Insan Bowo, mengungkapkan capaian anggaran tahun ini masih rendah.
“Realisasi keuangan rata-rata baru 51,69 persen. Untuk realisasi fisik, angkanya 60,25 persen,” jelasnya.
Menurut Bowo, setiap OPD harus memastikan pelaksanaan kegiatan tetap konsisten dengan dokumen perencanaan daerah. Ia meminta dinas-dinas melakukan deteksi dini terhadap berbagai kendala yang berpotensi menghambat penyelesaian program.
“Evaluasi seperti ini penting. Kita ingin melihat progres kinerja perangkat daerah menjelang akhir tahun anggaran,” ujarnya.
Dengan APBD Perubahan 2025 yang mencapai Rp9,99 triliun, tanggung jawab perangkat daerah dinilai semakin besar. Bowo menekankan agar semua OPD melakukan percepatan dan memaksimalkan penyelesaian program.
“Kami meminta OPD terus mendorong realisasi pembangunan hingga penutupan anggaran 2025,” katanya.
Pemkab Kutim berharap upaya percepatan ini dapat menutup tahun anggaran tanpa menyisakan pekerjaan tertunda, utang kegiatan, atau kendala serupa yang pernah terjadi sebelumnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















