BERAU, Pranala.co – Seorang pria berusia 23 tahun berinisial Ar kini harus berurusan dengan hukum. Ia diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Berau setelah diduga melakukan tindak asusila terhadap sejumlah perempuan, termasuk anak di bawah umur.
Kasus ini terungkap bukan dari satu, tapi dua laporan terpisah yang masuk ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Berau.
“Modusnya cukup manipulatif. Pelaku mendekati para korban dengan bujuk rayu, memberi hadiah seperti pakaian, lalu mengajak korban ke penginapan,” ungkap Kasi Humas Polres Berau AKP Ngatijan dalam keterangannya, Kamis (15/5/2025).
Terbongkar dari Laporan Dua Korban
Laporan pertama dibuat ibu korban berinisial NMP, seorang pelajar berusia 17 tahun. Kejadian tersebut diduga terjadi Jumat, 9 Mei 2025 sekira pukul 21.00 WITA di sebuah hotel di Kelurahan Tanjung Redeb.
“Ibu korban awalnya mendapat panggilan dari penyidik Polres Berau. Setelah dijelaskan kronologinya, ia langsung menyatakan keberatan dan melaporkan kejadian tersebut,” jelas Ngatijan.
Laporan kedua disampaikan seorang perempuan berinisial P (20), yang mewakili korban lain, MA (17). Kasus ini sedikit berbeda. MA mengaku sempat diancam pelaku, yang mengancam akan menyebarkan video pribadi miliknya jika korban memutuskan hubungan.
“Hubungan tidak sehat itu berlangsung lebih dari satu bulan dan menyebabkan tekanan psikologis pada korban,” lanjut Ngatijan.
Korban Bisa Lebih dari Dua
Kepolisian tidak menutup kemungkinan adanya korban lain. Berdasarkan penyelidikan awal, aksi asusila ini dilakukan oleh pelaku dengan berpindah-pindah penginapan di wilayah Tanjung Redeb. Jumlah korban bisa bertambah seiring proses penyidikan.
Kini terduga pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik PPA dan terancam dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, serta ketentuan hukum pidana lainnya yang berlaku.
Kepolisian membuka ruang pengaduan seluas-luasnya bagi masyarakat, terutama bagi yang pernah merasa menjadi korban pelaku dengan modus serupa.
“Kami imbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada terhadap pergaulan anak-anaknya, terutama di usia remaja. Edukasi sejak dini sangat penting,” tegas AKP Ngatijan. [SUL]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami




















Comments 2