BONTANG, Pranala.co — Pasar kripto kembali bergelora. Setelah melalui April yang penuh tekanan, Pi Network (PI) bangkit. Dalam sepekan terakhir, harga token ini melonjak hingga 86 persen, diperdagangkan stabil di angka US$1,09 per koin, memicu gelombang optimisme di kalangan investor.
Bagi sebagian trader, ini adalah pertanda pemulihan yang ditunggu-tunggu. Setelah sempat tertekan sejak Maret, kini PI berhasil bertahan di atas level support kritis US$1,00, yang selama ini menjadi batas psikologis bagi pergerakan harga.
Namun, seperti biasa, lonjakan tajam membawa dua sisi mata uang. Indikator Relative Strength Index (RSI) untuk PI kini menembus angka 70,0—wilayah overbought. Ini berarti permintaan terhadap PI sedang tinggi, tapi juga mengisyaratkan bahwa harga mungkin sudah terlalu panas. Dan bila sejarah jadi acuan, kondisi seperti ini kerap diikuti koreksi jangka pendek.
Meski begitu, bukan berarti bahaya sudah di depan mata. Sejumlah aset kripto lain pernah bertahan cukup lama di zona overbought tanpa mengalami penurunan besar. Jika Pi Network mengalami pola serupa, investor mungkin masih bisa berharap akan tren kenaikan yang berkelanjutan.
Indikator Chaikin Money Flow (CMF) pun ikut menyokong sentimen positif. CMF PI berada jauh di atas garis nol—tanda bahwa dana segar terus mengalir ke aset ini. Meski sempat menunjukkan sedikit penurunan, aliran masuk masih relatif kuat dan belum ada sinyal pembalikan besar dari pasar.
Jika momentum ini terus bertahan, bukan tak mungkin PI akan menyentuh target berikutnya di US$1,34, bahkan berpotensi menuju US$1,64 dalam beberapa pekan ke depan. Tentu saja, ini hanya mungkin terjadi jika tekanan beli tetap kuat dan tidak terganggu aksi ambil untung.
Sebaliknya, jika tekanan jual mendadak meningkat dan PI tergelincir di bawah US$1,00, maka sinyal bullish bisa terbatalkan. Dalam skenario terburuk, harga PI bisa merosot ke US$0,87, atau bahkan US$0,78.
Untuk saat ini, level US$1,00 menjadi kunci. Bertahan di atasnya berarti peluang masih terbuka lebar bagi Pi Network untuk kembali meroket. Tapi jika tak sanggup mempertahankannya, investor perlu bersiap untuk skenario koreksi lebih dalam. [RED/ID]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















