SANGATTA – Detik-detik proklamasi di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), Minggu (17/8), menjadi momen bersejarah bagi IPDA Afdhal Ananda Tomakati. Lulusan Akademi Kepolisian 2022 ini dipercaya memimpin jalannya upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia sebagai komandan upacara.
Bagi Afdhal, tugas itu adalah pengalaman perdana. Ia mengaku bangga sekaligus terharu. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Rasanya luar biasa bisa memimpin upacara di momen HUT RI. Ini pertama kali, dan menjadi kehormatan besar,” ujarnya.
Afdhal menuturkan, upacara itu tak lepas dari persiapan panjang. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjalani pembinaan intensif selama sebulan. Sementara pasukan upacara lain telah melakukan gladi sejak sepekan sebelumnya.
“Alhamdulillah, semua persiapan itu membuat upacara berjalan lancar,” jelasnya.
Meski sempat ada insiden kecil saat pengibaran bendera, Afdhal menilai hal itu wajar. Menurutnya, faktor teknis di lapangan kadang tidak bisa dihindari.
“Mungkin ada sedikit kekurangan, tapi secara keseluruhan upacara berjalan baik,” tegasnya.
Menjadi komandan upacara ternyata bukan sesuatu yang ia rencanakan. Afdhal mengaku ditunjuk secara mendadak oleh pimpinan.
“Tidak ada alasan khusus, tiba-tiba diperintah saja,” katanya sambil tersenyum.
Saat ini, Afdhal menjabat Kanit Tipikor Satreskrim Polres Kutim. Sebelumnya, ia sempat dipercaya sebagai Kanit PPA. Penugasan di Kutim dijalaninya sejak 2023, setelah lulus dari Akademi Kepolisian dan sempat bertugas di Polda Kaltim.
Bagi Afdhal, HUT RI bukan sekadar seremoni tahunan. Ia melihat kemerdekaan sebagai simbol persatuan bangsa.
“Kemerdekaan itu bukan hanya soal upacara. Di sini kita berkumpul dari berbagai suku, ras, instansi, ada PNS, ada pelajar. Semua disatukan. Itu arti merdeka, kita masih bisa hidup dan makan bersama di negeri ini,” pungkasnya. (HAF)
















