Pranala.co, SANGATTA – Anak-anak muda Desa Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, memilih cara berbeda merawat kampung halamannya. Mereka turun langsung ke laut. Menjaga terumbu karang. Merawat masa depan wisata bahari.
Fokus mereka satu. Melestarikan keindahan bawah laut Pulau Miang agar tetap hidup. Dan terus menarik wisatawan.
Upaya itu dilakukan melalui program transplantasi terumbu karang. Program ini melibatkan pemuda desa sebagai garda terdepan pelestarian lingkungan laut.
“Program ini kami libatkan teman-teman pemuda untuk menjaga, melestarikan, sekaligus memperbarui wisata bawah laut Desa Pulau Miang,” kata Kepala Desa Pulau Miang, Alimuddin Daud, saat dihubungi di Sangatta, Jumat (2/2).
Pulau Miang memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Kalimantan Timur. Keindahan terumbu karangnya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Namun, potensi itu tidak dibiarkan berjalan sendiri.
Pemerintah desa bersama masyarakat merancang program pemberdayaan. Salah satunya transplantasi terumbu karang sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem laut.
Ratusan bibit karang ditanam menggunakan media pipa paralon berbentuk persegi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nusa Bale Desa Pulau Miang.
“Kegiatan ini sudah kami lakukan sejak akhir 2025. Dan akan terus kami lanjutkan sebagai program pelestarian lingkungan bawah laut,” ujar Alimuddin.
Ia menegaskan, transplantasi terumbu karang menjadi salah satu program prioritas berkelanjutan desa. Apalagi Pulau Miang telah ditetapkan sebagai destinasi wisata unggulan daerah.
Karena itu, pemerintah desa berharap dukungan lebih luas. Baik dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi.
Melalui program ini, taman-taman bawah laut Pulau Miang terus diperbaiki. Diperindah. Dijaga bersama.
“Kalau potensi desa kita jaga dan tingkatkan, wisatawan pasti datang. Baik dari daerah sekitar maupun luar Kalimantan Timur,” katanya.
Semangat yang sama juga datang dari para pemuda.
Jundan, pemuda Sangkulirang yang terlibat langsung dalam kegiatan transplantasi, menilai program ini sangat penting. Tidak hanya untuk wisata. Tetapi juga untuk masa depan lingkungan laut.
“Kami senang dengan adanya program seperti ini. Wisata Pulau Miang bisa terus terjaga dan tetap lestari,” ungkapnya.
Ia percaya, keterlibatan pemuda dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan. Dengan kepedulian bersama, keindahan bawah laut Pulau Miang akan semakin terjaga.
“Harapannya, wisatawan semakin banyak berkunjung. Dan Pulau Miang semakin dikenal,” tutup Jundan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















