Pranala.co, SAMARINDA – Kabar baik datang dari sektor pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim). Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Juli 2025 menembus angka 56,10 persen.
Angka ini melonjak 4,42 poin dibandingkan Juni 2025. Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menyebut peningkatan tersebut sejalan dengan naiknya perjalanan wisatawan nasional.
“Perjalanan wisatawan nasional naik 24,35 persen, mencapai 7.225 perjalanan,” jelas Yusniar dalam rilis resmi, Jumat (12/9/2025).
Meski ada kabar baik dari wisnas, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) justru menurun tipis 3,44 persen menjadi 1.009 kunjungan.
Namun, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, grafiknya tetap menanjak. Wisman tumbuh 80,82 persen dari hanya 558 kunjungan pada Juli 2024.
Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga tak kalah menggembirakan. Angkanya melesat 115,29 persen year-on-year. Totalnya mencapai 1,38 juta perjalanan sepanjang Januari–Juli 2025.
Samarinda Jadi Magnet, IKN Ikut Menggeliat
Dari peta sebaran, Samarinda tetap destinasi favorit. Kota Tepian ini mencatat 378.317 perjalanan atau 26,96 persen dari total wisnus.
Balikpapan menempel di posisi kedua dengan kontribusi 21,09 persen. Disusul Kutai Kartanegara 20,06 persen.
Yang menarik, Penajam Paser Utara mencatatkan lonjakan tertinggi, tumbuh 87,07 persen dibandingkan Juli 2024. Transformasi kawasan IKN mulai menjelma sebagai magnet baru pariwisata regional.
Dari sisi wisman, ASEAN masih mendominasi. Kontribusinya mencapai 71,46 persen.
Brunei Darussalam tercatat sebagai penyumbang terbesar, 305 kunjungan atau 30,23 persen. Malaysia menyusul dengan 253 kunjungan (25,07 persen), sementara China mengirim 60 kunjungan (5,94 persen).
Hotel Bintang 5 Jadi Favorit Baru
Fenomena lain yang mencuri perhatian adalah lonjakan okupansi hotel bintang lima. TPK-nya meroket 14,34 poin, dari 45,49 persen di Juni menjadi 59,83 persen pada Juli 2025.
“Hotel bintang 4 dan 5 mencatat performa terbaik dengan TPK masing-masing 59,84 persen dan 59,83 persen,” ungkap Yusniar.
Sementara itu, hotel nonbintang masih tertinggal jauh. Tingkat penghunian hanya 25,95 persen, meski naik tipis 0,09 poin.
Meski okupansi meningkat, rata-rata lama menginap tamu justru menurun.
Tamu asing tercatat menginap rata-rata 2,20 hari, turun 0,08 poin dibandingkan tahun lalu. Tamu nusantara hanya 1,63 hari, turun 0,14 poin.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan sektor pariwisata Kaltim terus bergerak menuju pemulihan. Lonjakan wisnus, dukungan wisman, dan meningkatnya preferensi hotel premium menjadi sinyal positif bagi ekonomi daerah. (DIAS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















