Kutai Timur, PRANALA.CO — Laut memang tidak pernah habis memberikan kejutan. Gunawan (45), nelayan dari Desa Bual-Bual, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tak pernah membayangkan tangkapannya malam itu akan menjadi cerita yang dikenang seumur hidup.
Selasa malam (29/4/2025), bersama putranya, Muhammad Alvin Firmansyah (16), Gunawan seperti biasa melaut dengan kapal ketinting sederhana. Mereka memasang bagang — jaring besar yang ditebarkan di laut dan ditarik pada waktunya. Lampu kecil bertenaga aki mereka gunakan untuk menarik ikan mendekat.
Saat fajar mulai merayap, jaring diangkat. Perlahan, ada yang tidak biasa. Jaring terasa jauh lebih berat. Alvin dan ayahnya mulai curiga. Ketika jaring hampir keluar permukaan air, muncullah bayangan besar — seekor ikan kerapu raksasa, terbesar yang pernah mereka lihat.
“Waktu kita angkat, sudah kelihatan ada ikan besar yang kena. Berat banget!” cerita Alvin, Kamis (1/5/2025).
Ikan itu kemudian diukur. Timbangan 100 kilogram yang mereka punya tak kuasa menahan berat sang raksasa laut. “Ditimbang pakai timbangan 100 kilogram, itu timbangannya enggak kuat. Jadi ini lebih dari 100 kilogram,” ujar Alvin.
Butuh enam orang untuk mengangkut ikan itu ke darat. Di kampung pesisir seperti Bual-Bual, ikan sebesar itu bukan hanya jarang tertangkap — warga juga tak sanggup membelinya. Akhirnya, pengepul datang dan membelinya seharga Rp2 juta, untuk kemudian dibawa ke Balikpapan.
Harga itu memang jauh lebih murah dibanding nilai pasaran kerapu seberat itu di kota besar. Tapi di desa seperti Bual-Bual, itulah kenyataan.
“Itu murah banget kalau ikan besar. Tapi orang-orang di sini belinya ikan yang dikilo saja, kayak ikan-ikan 5 jari itu,” kata Alvin.
Meski begitu, Alvin tak ambil pusing. Bagi dia dan keluarganya, pengalaman ini jauh lebih berharga dari harga jual. “Siripnya segede piring. Mulutnya, ada teman ayah memasukkan kepalanya ke mulut ikan itu, masih longgar,” ujarnya, tertawa.
“Kalau mau dibagi, makan sekampung juga cukup,” katanya berseloroh.
Begitulah laut. Kadang memberi lebih dari yang kita duga. Kadang, cerita lebih mahal dari hasilnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















