• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, April 4, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kaltim

Mungkinkah Kebiasaan Pejabat Bikin Rumah Dinas Mahal Disetop?

Suriadi Said by Suriadi Said
7 September 2021 | 11:13
Reading Time: 4 mins read
1
Mungkinkah Kebiasaan Pejabat Bikin Rumah Dinas Mahal Disetop?

Rumah dinas Bupati PPU masih dalam pembangunan.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Coba tebak, apa yang dilakukan pejabat di tengah krisis multisektor akibat pandemi yang belum terkendali? Tepat sekali, membangun rumah dinas bupati seharga puluhan miliar.

Dia adalah Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas’ud pelakunya. Kepada media, dia menceritakan pembangunan rumah dinas bupati diperlukan agar pemda tidak lagi ngontrak. Ia bukannya bernasib ekonomi seperti banyak anak muda Indonesia yang tak mampu beli rumah. Pejabat daerah memang mendapat tunjangan perumahan yang apabila pemda setempat tidak memiliki rumah negara, uangnya dipakai “mengontrak” rumah pribadi si pejabat.

PILIHAN REDAKSI

Rp25 Miliar untuk Rumah Dinas Gubernur Kaltim, Seno Aji: Bukan Cuma Renovasi 47 Anggota TAGUPP Dipertanyakan, Gubernur Kaltim: Ini Investasi, Bukan Biaya

Rp25 Miliar untuk Rumah Dinas Gubernur Kaltim, Seno Aji: Bukan Cuma Renovasi

2 April 2026 | 22:47
Hemat BBM, ASN di Penajam Paser Utara Berpotensi WFH Setiap Jumat

Hemat BBM, ASN di Penajam Paser Utara Berpotensi WFH Setiap Jumat

30 Maret 2026 | 07:36

“Pejabat-pejabat tersebut itu mengontrak rumah. Jadi, rumahnya sendiri dikontrak sama pemerintah. Saya tidak mau melakukan itu makanya saya ingin rumah yang dibangun ini bukan rumah pribadi saya, tapi ini adalah rumah Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Abdul yang tampaknya kurang paham konsep skala prioritas, dikutip CNN Indonesia.

Dilansir Tempo, rumah dinas bupati tersebut hampir selesai. Sejauh ini biaya yang dihabiskan mencapai Rp34 miliar. Kepala Dinas PUPR setempat menyebut masih butuh biaya sekian miliar lagi untuk mengerjakan pagar, ornamen, taman, dermaga, dan interior.

Diperkirakan, sisa biaya penyelesaian akan menggunakan APBD PPU 2022. Menurut penjelasan Abdul, angka pembuatan satu rumah bisa sampai puluhan miliar karena lokasi konstruksi di dekat pantai memerlukan biaya “penimbunan dan lain-lain”. Selain untuk bupati, selanjutnya juga akan dibangun rumah dinas untuk wakil bupati, ketua DPD, dan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Penggunaan anggaran tentu saja langsung memantik emosi warganet. Ketebak enggak? Ketebak dong. Bikin satu rumah di atas Rp34 M sementara masih ada 14 juta orang Indonesia tak punya rumah layak huni.

Disappointed but not surprised, kasus pejabat menghabiskan anggaran superbesar cuma buat rumah dinas udah sering kejadian kok. Ketua DPRD Sumatera Barat dan politikus Partai Gerindra Supardi juga sempat jadi sorotan saat diketahui pakai Rp5,6 miliar buat merenovasi gedung belakang rumah dinasnya di Kota Padang.

Sekretaris DPRD Sumbar Raflis langsung klarifikasi, menjelaskan renovasi hanya dilakukan di gedung bagian belakang. “Ada [sedang dibangun gedung] tiga lantai, yaitu untuk ruangan fitness lantai satu, kemudian ruangan tamu, dan shelter,” kata Raflis dikutip Kompas.

Saat pemberitaan terkait renovasi ini ramai, Supardi segera meminta maaf kepada masyarakat Sumbar dan menjelaskan bahwa gedung di bagian belakang rumah dinasnya diperuntukan sebagai fasilitas publik, termasuk sebagai ruang isolasi masyarakat yang positif Covid-19. Ia berjanji apabila memang perlu, ia siap menghentikan renovasi. Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade sendiri mengaku sudah menegur keras kadernya tersebut dan menginstruksikan agar proyek dihentikan.

Kebijakan renovasi dan membangun rumah dinas dengan anggaran besar selalu dicibir karena pemborosan. Namun, banyak pejabat terkesan ngotot jalan terus dengan berlindung di balik PP 40/1994 tentang Rumah Negara sebagai landasan hukum. Apalagi PP ini kebetulan tak mengatur besar maksimal anggaran.

Beberapa polemik rumah dinas yang sempat ramai: Pada 2019, renovasi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan senilai Rp2,4 miliar menuai kritik. Pada 2021, anggaran renovasi rumah dinas (dan pengadaan mobil dinas) Ketua DPR Kota Banda Aceh Farid Nyak Umur senilai Rp2,7 miliar dikecam. Lalu, mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak lepas dari cibiran kala mendapatkan “jatah” rumah baru dari negara di kawasan bisnis Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Saat kami mintai pendapat, Peneliti dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Gulfino Guevarrato menyayangkan anggaran sebegitu besarnya harus keluar untuk pembangunan rumah dinas dibandingkan dipakai untuk penanganan Covid-19 yang belum tuntas.

“Pembangunan rumah dinas nilainya enggak karuan sampai Rp34 miliar, pengadaan yang kurang mendesak di tengah pandemi. Tidak hanya di PPU saja, di Sumbar [renovasi rumah dinas Ketua DPRD] dan di Tangsel [seragam dinas Rp670 juta] juga. Tindakan tersebut jelas bagian dari pemborosan,” ujar Gulfino.

Ia menambahkan, “Yang mendesak saat ini adalah memperkuat diri supaya terbebas dari pandemi. Tindakan [pembangunan rumah dinas] tersebut mencerminkan rendahnya kepekaan sosial pemangku kebijakan. Rakyat lagi susah, sempat-sempatnya keluarkan uang buat bangun rumah dinas. Sebagai stakeholder harusnya bisa menahan diri, belajar berempati.”

Penyakit ini juga diderita pemerintah pusat, tecermin dari kebijakan pengecatan pesawat kepresidenan senilai Rp2 miliar tempo hari. “Ini bukan soal uangnya, tapi soal mindset pemangku kebijakan. Jabatan yang diemban [malah] bukan jadi arena memperjuangkan rakyat,” tambah Gulfino.

Melihat polemik rumah dinas sudah ada jauh sebelum pandemi, apakah kebijakan ini bisa dibilang pemborosan? Menurut Gulfino, ada dua sudut pandang buat menilai kasus pemborosan anggaran seperti ini. Pertama, pemborosan dalam arti buang-buang uang untuk hal tidak penting maupun mendesak. Kedua, pemborosan anggaran belanja untuk sesuatu yang bisa disubtitusi.

“Dalam konteks renovasi rumah dinas, hal tersebut wajar, tidak masalah. Jika melihat dua sudut pandang tadi, [renovasi ini] mendesak enggak? Kalau renovasi rumah dinas yang sudah rusak ya perlu [direnovasi] dengan melihat skala prioritas. Tapi, enggak bisa diterima kalau ternyata, contoh, renovasinya pakai marmer yang diimpor dari Italia, atau misal malah buat akuarium raksasa diisi ikan hiu. Nah, yang bikin bengkak kan karena hal-hal berlebihan yang tidak relevan bagi kerja mereka. Renov ya renov aja, [tapi] prinsipnya proporsional,” tutup Gulfino. [vice]

Tags: Penajam Paser UtaraRumah Dinas
Previous Post

Sejak Beroperasi Penuh, 10 Ribu Kendaraan Melintas Tol Balsam

Next Post

Kisah Pilu Orang Utan di Kalimantan: Dijadikan Budak Nafsu, Didandani seperti Wanita

BACA JUGA

Penggerebekan di Kembang Janggut, Polres Kukar Temukan Tas Berisi 8,05 Gram Sabu

Penggerebekan di Kembang Janggut, Polres Kukar Temukan Tas Berisi 8,05 Gram Sabu

3 April 2026 | 20:30
IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daraan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak Libur Lebaran, 62.500 Pengunjung Padati IKN dalam Sehari

IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak

3 April 2026 | 20:18
Kukar Siap Gelar MTQH ke-46 Kaltim November 2026, 13 Lokasi Strategis Disiapkan

Kukar Siap Gelar MTQH ke-46 Kaltim November 2026, 13 Lokasi Strategis Disiapkan

3 April 2026 | 09:57
Kutim Siap Dukung Porprov Kaltim VIII, Berpeluang jadi Tuan Rumah Cabor Tambahan

Kutim Siap Dukung Porprov Kaltim VIII, Berpeluang jadi Tuan Rumah Cabor Tambahan

2 April 2026 | 22:24
Polres Kutim Gandeng STIPER Kembangkan Pertanian Modern di Lahan Eks Tambang KPC

Polres Kutim Gandeng STIPER Kembangkan Pertanian Modern di Lahan Eks Tambang KPC

2 April 2026 | 17:08
Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

1 April 2026 | 20:24
Next Post
Kisah Pilu Orang Utan di Kalimantan: Dijadikan Budak Nafsu, Didandani seperti Wanita

Kisah Pilu Orang Utan di Kalimantan: Dijadikan Budak Nafsu, Didandani seperti Wanita

Comments 1

  1. Ping-balik: Kemenkeu Terbitkan Beleid, Pemda Bisa Dapat Hibah Khusus Tangani Corona - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya Distribusi Air dari WTP KS Tubun Mati Total Akhir Pekan Ini

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya

3 April 2026 | 21:21
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026 Jadwal Kapal Pelni Juli 2025 dari Balikpapan dan Bontang, Cek Lengkapnya di Sini Jadwal Kapal Pelni Balikpapan Juli 2025 Resmi Rilis, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya di Sini

Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026

29 Maret 2026 | 21:14
Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya Jalur Laut Masih Rawan, Polres Bontang Perketat Pengawasan Narkoba di Pelabuhan

Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya

29 Maret 2026 | 20:24

Terbaru

Remaja 19 Tahun Ditangkap, Tiga Kali Jambret di Samarinda

Remaja 19 Tahun Ditangkap, Tiga Kali Jambret di Samarinda

4 April 2026 | 00:10
Diduga Serangan Jantung, Kuli Bangunan di Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa

Diduga Serangan Jantung, Kuli Bangunan di Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa

3 April 2026 | 23:52
Halal Bihalal Polres Bontang, Ustaz Das’ad Latif Soroti Nilai Ibadah dari Tugas Polisi

Halal Bihalal Polres Bontang, Ustaz Das’ad Latif Soroti Nilai Ibadah dari Tugas Polisi

3 April 2026 | 22:22
Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya Distribusi Air dari WTP KS Tubun Mati Total Akhir Pekan Ini

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya

3 April 2026 | 21:21

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved