• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, April 4, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kaltim

Misteri Tupai Penghisap Darah Pemangsa Kijang yang Hidup di Belantara Kalimantan

Suriadi Said by Suriadi Said
5 November 2021 | 05:54
Reading Time: 3 mins read
2
Misteri Tupai Penghisap Darah Pemangsa Kijang yang Hidup di Belantara Kalimantan

Tupai penghisap darah asal hutan Kalimantan | Sciencemag @Rona Dennis

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Rimba yang tersebar di Indonesia memang masih belum sepenuhnya tereksplorasi secara maksimal. Terkadang, hewan-hewan baru dan unik yang dapat mendirikan bulu kudung ditemukan di sana.

Salah satu hewan unik yang jarang terekspos yang berasal dari belantara Kalimantan, adalah Tupai berbuntut lebat. Bukan sembarang tupai kawan, hewan ini kabarnya merupakan hewan penghisap darah yang sering memangsa kijang. Tak lazim memang. Selama ini kita kenal tupai hanya memakan biji-bijian atau buah-buahan dari pohon. Tapi tidak dengan tupai yang satu ini.

PILIHAN REDAKSI

Tutupan Hutan Kaltim 63 Persen, Jauh Lebih Tinggi dari Standar Nasional Begini Upaya Kaltim Menyelamatkan 6,5 Juta Hektare Hutan

Tutupan Hutan Kaltim 63 Persen, Jauh Lebih Tinggi dari Standar Nasional

20 Maret 2026 | 05:51
Kalimantan Bergerak Dekati Pulau Jawa 7 Sentimeter per Tahun? Ini Penjelasan Ahli

Kalimantan Bergerak Dekati Pulau Jawa 7 Sentimeter per Tahun? Ini Penjelasan Ahli

20 Februari 2025 | 02:37
Penemuan Mengejutkan

Seperti dipaparkan Sciencemag pada Juni 2014, beberapa ilmuwan terkejut ketika berhasil memotret aktivitas kawanan tupai ini di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat.

Hewan yang bernama ilmiah Rheithrosciurus macrotis itu menurut para ilmuwan adalah hewan yang aneh. Selain bentuknya lebih besar ketimbang tupai pada umumnya, hewan ini kerap beraksi menerkam mangsanya pada malam hari.

Tak heran, para ilmuwan menjulukinya dengan tupai ”Vampir”. ”Spesies ini benar-benar sangat aneh,” kata Erik Meijaard, ilmuwan konservasi People and Nature Consulting International.

Meijaard dan istrinya, Rona Dennis, merupakan ilmuwan independen yang mengoleksi dan mencoba melacak kehidupan kawanan spesies Rheithrosciurus.

Ketika menemukan aktivitas spesies ini melalui bidikan kamera pengintai yang aktif melalui sensor gerakan, mereka pun terperanjat. Meski begitu, usai penemuan itu mereka belum menerbitkan secara resmi foto-foto hasil temuan tersebut, dan memutuskan untuk mempelajarinya lebih jauh.

tupai lokasi
Lokasi tempat ditemukannya tupai vampir | Daily Mail
Ekor Gondrong dengan Segala Fungsi

Anak perempuan mereka, Emily Mae Meijaard, yang merupakan seorang siswa di British International School, Jakarta, ikut menganalisis gambar-gambar itu dengan mengukur ukuran ekor dan tubuh dari berbagai hewan yang mereka temukan selama penelitian.

Untuk ekor Rheithrosciurus, komposisinya adalah 30 persen lebih besar dari tubuhnya yang berukuran 36 cm. Selain berbobot sama dengan tubuhnya, ekor tupai vampir disinyalir sebagai sensor navigasi dan penyeimbang akrobatik ketika sang tupai menerkam mangsanya.

Lebih jauh Emily mengatakan belum ada penelitian lebih lanjut terkait mengapa tupai ini memiliki bulu yang sangat banyak pada ekornya. Namun ia percaya, bahwa ekor gondrong itu juga berfungsi sebuah kamuflase untuk memperdaya predator, seperti macan tutul misalnya.

Prediksi Emily cukup masuk akal bagi Melissa Hawkins, seorang peneliti mamalia dari Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian Institution, Washington DC, AS.

Bahkan ia menyatakan bahwa ketika melihat ekor tupai vampir itu, para kru peneliti mengira itu adalah hewan dengan ukuran yang cukup besar. ”Tupai ini membuat segalanya menjadi ekstrem,” ujarnya.

Memancing Pemantauan Lanjutan

Penemuan itu kemudian mengantar beberapa ilmuwan lain untuk menyambangi Taman Nasional Gunung Palung pada 2015. Adalah Dr Heiko Wittmer, seorang spesialis dalam ekologi konservasi dan restorasi dan Dr Andrew Marshall dari University of Michigan yang kemudian berkolaborasi untuk menyelidiki interaksi spesies ini.

Diceritakan dalam laman Phys.org, pada Juni 2015 keduanya memasang 35 kamera pengintai dengan sensor gerak di beberapa titik taman nasional. Dalam kurun sebulan, mereka kemudian mendapatkan gambar dan kagum akan pergerakan spesies ini yang dinilai cukup aktif.

Foto-foto tersebut kemudian dipublikasikan secara resmi, dan merupakan foto publikasi pertama dari kalangan ilmuwan terkait pergerakan ekosistem tupai vampir di belantara Kalimantan.

tupai vampire
Foto tupai vampir yang diabadikan oleh kamera pengintai dengan sensor gerak

Dari hasil temuan itu, Dr Wittmer mengatakan keraguannya atas spesies tupai peminum darah. ”Aku benar-benar meragukannya, tidak ada tupai karnivora”. Terkait ekor gondrong tupai, Dr Wittmer punya analisa lain. Ia menyebut jika ekor tersebut sebagai salah satu sarana komunikasi antar-kawanan.

Sayangnya, dalam pemantauan yang mereka lakukan, belum terlihat aksi tupai dalam memangsa kijang. Meski begitu, Dr Wittmer belum berani membantah terkait julukan tupai penghisap darah.

Cerita Masyarakat Lokal

Bagi masyarakat lokal, tupai vampir ini juga memakan biji-bijian, meski pada beberapa waktu mereka akan bertengger di dahan menunggu mangsanya melintas, dan kemudian melompat menerkam.

Para pemburu lokal juga mengatakan bahwa cara berburu tupai satu ini tergolong biadab dan mengerikan. Dari satu gigitan, ia bisa merobek leher kijang dan membuat sang kijang menggelepar, kemudian mati.

Meski begitu, cara berburu sang tupai terdengar cukup fantastis. Setidaknya menurut Roland Kays, ahli zoologi Museum of Natural Sciences di Raleigh, North Carolina, AS.

IUCN Red List menyebut tupai vampir Kalimantan masuk dalam kategori rentan (vulnerable) akibat faktor perusakan habitat, fragmentasi hutan, dan perburuan. [red]

Tags: Hutan KalimantanKalimantanTupai Vampire
Previous Post

Tarif PCR Turun, Polda Kaltim Tindak Tegas jika Ada Mainkan Harga

Next Post

3 Gembong Narkoba Kaltim Dipindahkan ke Nusakambangan

BACA JUGA

Penggerebekan di Kembang Janggut, Polres Kukar Temukan Tas Berisi 8,05 Gram Sabu

Penggerebekan di Kembang Janggut, Polres Kukar Temukan Tas Berisi 8,05 Gram Sabu

3 April 2026 | 20:30
IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daraan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak Libur Lebaran, 62.500 Pengunjung Padati IKN dalam Sehari

IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak

3 April 2026 | 20:18
Kukar Siap Gelar MTQH ke-46 Kaltim November 2026, 13 Lokasi Strategis Disiapkan

Kukar Siap Gelar MTQH ke-46 Kaltim November 2026, 13 Lokasi Strategis Disiapkan

3 April 2026 | 09:57
Kutim Siap Dukung Porprov Kaltim VIII, Berpeluang jadi Tuan Rumah Cabor Tambahan

Kutim Siap Dukung Porprov Kaltim VIII, Berpeluang jadi Tuan Rumah Cabor Tambahan

2 April 2026 | 22:24
Polres Kutim Gandeng STIPER Kembangkan Pertanian Modern di Lahan Eks Tambang KPC

Polres Kutim Gandeng STIPER Kembangkan Pertanian Modern di Lahan Eks Tambang KPC

2 April 2026 | 17:08
Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

1 April 2026 | 20:24
Next Post

3 Gembong Narkoba Kaltim Dipindahkan ke Nusakambangan

Comments 2

  1. Ping-balik: 307 Ribu UMKM di Kaltim Serap 1,5 Juta Tenaga Kerja – pranala.co
  2. Ping-balik: Makam Vampir Ditemukan di Polandia, Isinya Mengejutkan - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya Distribusi Air dari WTP KS Tubun Mati Total Akhir Pekan Ini

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya

3 April 2026 | 21:21
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026 Jadwal Kapal Pelni Juli 2025 dari Balikpapan dan Bontang, Cek Lengkapnya di Sini Jadwal Kapal Pelni Balikpapan Juli 2025 Resmi Rilis, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya di Sini

Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026

29 Maret 2026 | 21:14
Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya Jalur Laut Masih Rawan, Polres Bontang Perketat Pengawasan Narkoba di Pelabuhan

Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya

29 Maret 2026 | 20:24

Terbaru

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Kebakaran di Berebas Tengah Bontang

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Kebakaran di Berebas Tengah Bontang

4 April 2026 | 11:07
Remaja 19 Tahun Ditangkap, Tiga Kali Jambret di Samarinda

Remaja 19 Tahun Ditangkap, Tiga Kali Jambret di Samarinda

4 April 2026 | 00:10
Diduga Serangan Jantung, Kuli Bangunan di Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa

Diduga Serangan Jantung, Kuli Bangunan di Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa

3 April 2026 | 23:52
Halal Bihalal Polres Bontang, Ustaz Das’ad Latif Soroti Nilai Ibadah dari Tugas Polisi

Halal Bihalal Polres Bontang, Ustaz Das’ad Latif Soroti Nilai Ibadah dari Tugas Polisi

3 April 2026 | 22:22

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved