Pranala.co, BONTANG — Pemerintah Kota Bontang punya rencana besar untuk menjadikan Masjid Terapung Darul Irsyad Al Muhajirin, Lok Tuan tak sekadar tempat ibadah, tapi juga ikon wisata religi baru di pesisir kota gas ini.
Kawasan masjid yang berdiri megah di tepi laut itu akan ditata menyerupai taman indah bergaya Taj Mahal di New Delhi, India — lengkap dengan nuansa estetika dan keanggunan arsitektur khas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Much Cholis Edy Prabowo, mengatakan penataan dimulai dari area pelataran masjid.
“Intinya, Masjid Terapung dijadikan tempat ibadah sekaligus wisata yang menarik. Kita mulai dari penataan pelatarannya,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).
Sejumlah bangunan di sekitar pelataran sudah dibongkar untuk memperluas pandangan. Kini, dari kejauhan, keindahan arsitektur masjid sudah tampak jelas dan menawan.
“Bangunan di pelataran sudah dihancurkan, sehingga panorama masjid lebih terbuka,” tambahnya.
Edy menjelaskan, timnya kini sedang mematangkan desain kawasan. Arahan langsung dari Wali Kota Bontang menekankan agar taman di sekitar masjid memiliki keindahan dan keseimbangan seperti taman di kompleks Taj Mahal.
“Konsepnya taman indah dengan sentuhan arsitektur khas, agar menjadi daya tarik wisatawan tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai rumah ibadah,” jelasnya.
Selain taman, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan jalur pedestrian, pencahayaan malam yang artistik, serta ruang terbuka hijau agar pengunjung bisa menikmati suasana spiritual yang tenang sekaligus estetik.
Soal anggaran, Edy menyebut masih dalam tahap pembahasan. Angka pasti baru akan muncul setelah rancangan akhir desain disetujui.
“Doakan saja semoga semuanya bisa terlaksana sesuai rencana,” tutupnya optimistis.
Jika tak ada kendala, pekerjaan fisik proyek akan dimulai tahun depan. Pemerintah berharap kehadiran Masjid Terapung yang ditata indah ini bisa menjadi magnet wisata religi sekaligus memperkuat citra Bontang sebagai kota modern yang religius dan berbudaya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















