BALIKPAPAN, Pranala.co — Jalan itu tidak lagi utuh. Jalur utama penghubung dua kota besar di Kalimantan Timur. Balikpapan dan Samarinda, kembali menjadi korban pergeseran tanah.
Adalah Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 28, di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, yang mendadak patah. Tanah longsor. Jalan retak. Arus lalu lintas tersendat. Rumah-rumah warga di bibir jurang ikut terancam.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, Hendro Satrio, bicara langsung. Kamis (22/5/2025) ia memastikan: jalan akan direlokasi sementara, digeser 3,5 meter ke kiri.
“Rencana kami, dari arah Balikpapan ke Samarinda, jalan akan digeser 3,5 meter. Ini solusi darurat agar lalu lintas tetap jalan dan warga tidak terisolasi,” ujar Hendro saat ditemui di Balikpapan.
Dana darurat sebesar Rp2 miliar langsung dikucurkan. Saat ini, tim BBPJN tengah melakukan pengujian tanah untuk memastikan lapisan keras yang bisa menopang jalan baru. Minggu depan, rencananya agregat akan digelar, dipadatkan, lalu diaspal.
Tapi, solusi ini belum permanen. Itu baru penanganan cepat. Penanganan sesungguhnya baru bisa dimulai jika status resmi bencana keluar.
“Masih menunggu surat pernyataan bencana dari Bupati. Kalau sudah keluar, kami akan ajukan dana Penanganan Mendesak dan Tanggap Darurat (PMTD),” jelas Hendro.
Penanganan permanen akan melibatkan teknologi bore pile — pengeboran vertikal ke dalam tanah dan pengisian beton sebagai fondasi tahan longsor.
“Jadi akan kami bor dalam, agar tanah tidak bergerak lagi. Baru setelah itu jalan dibangun kembali di atas fondasi kuat itu,” lanjutnya.
Estimasi anggaran untuk proyek permanen ini: Rp9 miliar.
Tak hanya jalan. Di sisi kiri kanan jalur, 21 rumah warga ikut terdampak. Sebanyak 28 Kepala Keluarga (KK), atau 88 jiwa, kini hidup dalam cemas. Sebab longsor ini bukan yang pertama, dan mungkin bukan yang terakhir.
Tapi warga tak sendiri. Pemerintah hadir, kata Hendro. Dan dia berjanji tidak akan membiarkan longsor ini jadi cerita berulang yang hanya ditambal seadanya. [SR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 2