Pranala.co, SANGATTA – Kutai Timur (Kutim) patut berbangga. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di kabupaten ini melonjak tajam dalam setahun terakhir.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kutim mencatat, nilai IPLM tahun 2024 naik signifikan menjadi 74,54 poin, dari sebelumnya 58,08 poin pada 2023.
“Kategori kita sekarang masuk sedang. Ini bukti bahwa minat baca dan aktivitas literasi masyarakat Kutai Timur terus tumbuh,” ujar Kepala Dispursip Kutim, Ayub, saat ditemui di Sangatta, Jumat (19/6/2025).
Peningkatan ini tak datang begitu saja. Ayub menyebut transformasi digital jadi kunci utama. Bahan bacaan yang dulunya hanya tersedia dalam bentuk fisik, kini juga disediakan dalam bentuk digital.
“Anak muda sekarang lebih sering pegang handphone. Maka kami ikut menyesuaikan, menghadirkan bahan bacaan dalam bentuk digital,” jelasnya.
Transformasi ini, lanjut Ayub, menjadi bagian dari kampanye nasional untuk memperkuat kecerdasan bangsa. Literasi bukan lagi hanya soal buku cetak. Tapi juga soal bagaimana masyarakat bisa mengakses informasi berkualitas, kapan pun dan di mana pun.
Tak hanya IPLM yang naik, tingkat kegemaran membaca masyarakat Kutai Timur juga ikut terkerek.
Pada 2023, indeks kegemaran membaca Kutim berada di angka 51,16 poin. Kini, nilainya melonjak menjadi 67,59 poin di tahun 2024.
“Memang belum tertinggi di Indonesia, tapi kami terus berbenah. Target kami, Kutai Timur bisa jadi kabupaten percontohan dalam pengembangan literasi,” tegas Ayub.
Sebagai langkah lanjutan, Dispursip Kutim tengah merancang pembangunan perpustakaan daerah berstandar nasional. Targetnya, perpustakaan ini mulai dibangun pada tahun 2026 mendatang.
Fasilitas tersebut diharapkan bisa menjadi pusat literasi modern. Tak hanya menyediakan buku, tapi juga ruang digital, ruang diskusi, hingga pelatihan keterampilan berbasis literasi.
“Kami ingin perpustakaan jadi tempat yang hidup. Bukan sekadar tempat menyimpan buku,” kata Ayub menutup pernyataannya.
Kutim telah memulai langkah besar. Kini tinggal menjaga konsistensi, agar budaya literasi tak hanya tumbuh sesaat—tetapi terus berakar dalam kehidupan masyarakat.
[HAF]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















